GIANYAR, BALIPOST.com – Ratusan pohon kerdil menghiasi lapangan Astina Gianyar Rabu (24/4). Bahkan total ada 470 bonsai yang terkumpul serangkaian kegiatan pameran ini. Uniknya pameran kali ini didominasi pendatang baru yang tergabung dalam kategori prospek yakni sebanyak 225 pohon kerdil.

Ketua panitia pameran bonsai Gianyar yang juga penasehat PPBI Bali, Wayan Artana menerangkan dalam pameran bonsai tahun ini memang didominasi pendatang baru. Bahkan jumlah peserta kategori prospek sampai 225 itu termasuk meningkat signifikan, dibandingkan tahun sebelumnya yang paling banyak kategori pemula tidak pernah lebih dari 115 pohon. “Sekarang 225 pohon kategori prospek melampaui yang lain, itu artinya bonsai pemula semakin banyak, kemudian mereka yang menjadikan bonsai sebagai mata pencaharian, hobi itu semakin tampak lebih menggeliat tahun ini,” katanya.

Diakui pihaknya cukup kelabakan meningkatnya peserta pemeran di kategori pemula ini. Alhasil di awal persiapan pameran tahun ini, panitia harus menambah jumlah meja dan perlengkapan lainya. “Dari 2006 hingga sekarang, pemeran bonsai yang tidak pernah putus ini selalu evaluasi, untuk tahun ini memang di luar dugaan, kita menyiapkan tempat sekitar 300 pohon, ternyata membludak menjadi 470 pohon,” katanya.

Uniknya pendatang baru dalam kategori prospek ini juga dominan kaum milenial. Menurutnya hal ini menunjukan bahwa saat ini ada peningkatan signifikan anak muda yang serius mengemari bonsai. “Meski pendatang baru mereka percaya diri sekali ikut pameran ini, karena tujuannya juga untuk menambah ilmu, dan saat saya cek banyak sekali bonsai dari kategori ini yang sudah bagus,” katanya.

Baca juga:  Indonesia Termasuk Rawan Gempabumi, Bali Masuk Kategori Ini

Selain kategori prospek, ada pula kategori regional yang diikuti 172 pohon, madya 38 pohon, bintang 15 pohon, dan utama 20 pohon. Ditambahkan para peserta ini dominan berasal dari Jawa, Bali, Kalimantan, NTB, Lombok, dan Sumatera.

Dijelaskan, untuk penilaian bonsai memiliki rumus tersendiri. Mulai dari komposisi antara pot hingga urutan ranting. “Ada pohon ekstrem yang meliuk-liuk. Ada pohon formal. Ada pohon kecil, tapi pot besar, tidak sesuai. Selain itu tata letak juga dilihat,” jelasnya.

Dikatakan harga bonsai dalam pameran ini pun melambung tinggi, seperti untuk kategori utama dan bintang bisa mencapai harga Rp 300 juta lebih. Namun harga tersebut tetap relatif, bahkan bisa jauh dari itu karena bonsai merupakan barang seni. “Bonsai ini barang seni paling mahal memang harganya sampai ratusan juta, kalau yang kategori sedang bisa sampai puluhan juta,” katanya.

Selain pameran di kawasan itu panitia juga membuka 16 stand bursa, yang menawarkan bakalan bonsai hingga bonsai yang sudah jadi. Bahkan untuk satu bakalan bonsai ada yang sudah terjual puluhan juta rupiah. “Itu memang ada yang membeli bakalan bonsai sampai puluhan juta, bakalannya memang bagus sekali, itu tinggal dirawat lagi sedikit nanti bisa juara kontes,” tandasnya. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.