Klon G0 direkomendasi menjadi varietas unggul lokal oleh Batan. (BP/san)

TABANAN, BALIPOST.com – Setelah uji permurnian dan adaptasi, uji coba penentuan varietas baru Beras Merah Cendana masuk ke tahap uji dataran. Klon unggulan akan ditanam di tiga dataran yaitu dataran tinggi, sedang dan menengah.

Namun hingga saat ini tiga dataran ini belum ditentukan oleh Dinas Pertanian Tabanan. Kepala Dinas Pertanian Tabanan, Nyoman Budana, Jumat (26/10) mengatakan pihaknya masih mencari petani dan lokasi yang siap untuk melakukan uji dataran ini.

Meski belum dipastikan, namun untuk yang dataran rendah direncanakan akan tetap ditanam Subak Pegedangan Desa Pangkung Tibah, Kediri. Sementara untuk dataran sedang direncanakan di Kecamatan Marga atau desa Wanasari, Tabanan.

Sedangkan untuk dataran tinggi akan diujicobakan di tempat asal induknya yaitu Jatiluwih, Penebel. “Tapi itu baru rencana. Lokasi pastinya masih belum ditetapkan,” ujar Budana.

Dalam proses perlakuan untuk mendapatkan varietas baru beras merah ini sebenarnya didapatkan ratusan klon yang unik. Salah satunya adalah menjadi beras putih dan ketan.

Baca juga:  Samar Gantang akan Bawakan Puisi Modre ke Jerman

Pihak Batan melalui penelitinya Ita Dwi Mahyanai beberapa waktu lalu berharap klon-klon ini bisa dikembangkan menjadi varietas baru. Sayangnya karena keterbatasan SDM di Batan, keinginan tersebut akan lama dilaksanakan.

Sehingga pihak Batan berharap akan ada tim dari Tabanan yang mau meneruskannya sementara Batan hanya akan melakukan pendampingan. Menanggapi permintaan ini, menurut Budana akan sulit terealisasi.

Sebab dalam menghasilkan varietas baru memerlukan pendanaan yang besar begitu juga sarana dan prasarana yang canggih. “Untuk bisa melaksanakan ini perlu teknologi tinggi. Disamping itu bukan wewenang Dinas Pertanian. Kita hanya teknis saja,” ujarnya.

Diakuinya percoban beras merah ini memang menghasilkan ratusan klon. Berbeda dengan beras tipe lain yang jika diberi perlakuan menghasilkan puluhan klon saja. Dari Ratusan klon ini, 97 berbentuk beras merah dan sudah diujitanam.

Diambil tiga klon yaitu G0, G10 dan C20. Sementara klon yang berupa beras putih dan ketan hingga saat ini masih disimpan di Batan. (Wira Sanjiwani/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.