Petugas AirNav Denpasar melakukan pengawasan terhadap lalulintas penerbangan dari atas tower milik AirNav, Senin (8/10). (BP/edi)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Puncak kedatangan para kepala negara atau tamu VVIP untuk menghadiri pertemuan tahunan IMF-WB di Nusa Dua, diperkirakan akan terjadi pada tanggal 9-12 Oktober mendatang. Bahkan jumlah delegasi untuk IMF tahun ini jauh lebih besar dibandingkan saat pelaksanaan APEC tahun 2013 lalu. Untuk pelaksanaan IMF, peningkatan lalu lintas penerbangan diperkirakan mencapai 10-15 persen dari rata-rata jumlah penerbangan sebanyak 460 perhari.

“Puncaknya akan terjadi tanggal 9-12 Oktober, tugas utama kita adalah mengatur kelancaran pergerakan pesawat udara untuk bernavigasi memasuki dan meninggalkan bandara Ngurah Rai” kata Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto, Senin (8/10).

Dikatakannya, untuk di Bandara Ngurah Rai, saat ini jumlah penerbangan reguler mencapai 460 per hari. Dengan slot penerbangan rata-rata sebanyak 30 pesawat per jam pada hari biasa. Untuk melayani penerbangan saat IMF, pihaknya mengaku ada penambahan slot menjadi 35 pesawat per jam dari tanggal 9- 15 oktober.

Menurutnya, dari data yang ada, diketahui jumlah delagasi sangat banyak. Bahkan diperkirakan untuk VVIP ada yang menumpang pesawat reguler maupun pesawat private jet yang jumlahnya bisa mencapai 150 an. Oleh karena itu, untuk bisa menampung sekian banyak pergerakan pesawat, pihaknya sudah mempersiapkan diri. “AP 1 sudah menambah parking stand, dan dari pihak kami juga menabah pelayanan navigasi. Seperti di banyuwangi dan lombok, tidak hanya itu, juga beberapa bandara lain seperti surabaya, Solo, Makasar sampai ke Halim disiapkan,” katanya.

Baca juga:  Hadir di Pertemuan IMF-WB, Ini Pesan Jack Ma untuk Pengusaha

Dengan dilakukan pengaturan yang bagus, pihaknya yakin tidak akan terjadi delay di bandara Ngurah Rai. Karena, apabila di bandara Ngurah Rai terjadi delay, tentu bandara lain juga akan terjadi delay. Memang diakuinya, saat kedatangan tamu VVIP, akan ada block service dengan penutupan ruang udara beberapa menit. “Maksimal delay sesuai surat edaran, blocking selama 30 menit sebelum landing dan 15 menit setelah landing,k ucapnya.

Tentunya pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak AP 1 dan AP 2. Dengan diatur sebaik-baiknya melalui komputerisasi, kalaupun ada delay, tentu tidak terlalu lama. Menurutnya Ground delay program akan diberlakukan agar tidak terlalu lama delay di udara.

Namun yang paling penting adalah terkait penambahan SDM yang nanti dibantu dari jakarta. Untuk jumlah SDM di Airnav cabang denpasar saat ini sebanyak 198 orang. Untuk yang bertugas di ATC hampir berjumlah 80 orang dan ada tambahan tenaga sebanyak 10 orang. (yudi karnaedi/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.