MANGUPURA, BALIPOST.com – Pabrik Mambal (Pabrik Aqua Mambal) memberikan sesi pembelajaran untuk Pengelolaan sampah dan Pertanian Organik di Subak Mambal dan RBU (Recycling Business Unit) di Denpasar. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 50 siswa-siswi SMA Negeri 1 Abiansemal.

Mereka belajar bagaimana sampah plastik kemasan didaur ulang untuk kemudian memiliki nilai ekonomi dan memperpanjang masa pakainya. Selanjutnya sekolah diharapkan bisa memulai hal yang sama di lingkungan sekitarnya.

Edukasi pengelolaan sampah plasti kini menjadi bagian dari Gerakan #BijakBerplastik yang dicanangkan Danone-AQUA di Jakarta bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup 5 Juni lalu. Dalam gerakan tersebut Danone-AQUA berkomitmen untuk mengumpulkan sampah plastik lebih banyak dari volume yang digunakan pada 2025, dengan meningkatkan program bisnis sosial untuk mengumpulkan dan mendaur ulang sampah plastik, serta mendukung teknologi untuk mengumpulkan lebih banyak sampah dari alam.

Kepala Pabrik AQUA Mambal, Wahyu Wulandari Kusumawati menyampaikan bahwa Pabrik akan menerima siswa dari 5 SMA Negeri dan 3 Sekolah Internasional di Kabupaten Badung dan Kodya Denpasar. “Secara bertahap akan kita wujudkan untuk sekolah-sekolah tersebut, dan upaya ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan edukasi #BijakBerplastik,” jelasnya.

Baca juga:  Badung Terpapar Abu Vulkanik

Pengenalan pengelolaan sampah kepada tingkat sekolah menjadi penting karena siswa bisa #BijakBerplastik dan menularkan pengetahuan kekeluarganya di rumah. Selain itu, secara kelembagaan sekolah bisa memulai implementasinya di lingkungan sekitar sekolah. Diharapkan bisa memicu keterlibatan lebih banyak pihak untuk menjaga lingkungannya lestari.

Pembina PALH (Pencinta Alam dan Lingkungan Hidup) SMA Negeri 1 Abiansemal, Wayan Sagi Adnyana mengucapkan terima kasih atas program Pabrik AQUA Mambal yang melibatkan siswa untuk bisa menambah wawasan pengelolaan pertanian Organik dan pengelolaan Botol Plastik. “Siswa-siswi langsung praktek membuat Mikro Organisme Lokal dari bahan bahan organik untuk penyubur tanaman, sehingga memahami bahwa bahan organik lokal memiliki memiliki nilai ekonomi,” kata Wayan.

Tingkat kesadaran publik yang masih rendah tentang pengelolaan sampah plastik merupakan hambatan untuk membangun budaya daur ulang. Edukasi di sekolah dengan berbagai mitra telah meyakinkan kami bahwa mengajarkan daur ulang secara berkelanjutan sejak dini di Indonesia, dapat mengubah kebiasaan lama. “Kami berharap upaya Pabrik AQUA Mambal ini bisa menjadi kontribusi positif pada upaya menjaga Bali tetap bersih dan lestari,” tutup Wahyu Wulandari. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.