TK
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta bertemu dengan anak-anak TK Negeri Gema Santi, Semarapura Kangin, Jumat (2/2). Sebelumnya TK ini berstatus swasta. (BP/adv)

BELASAN Taman Kanak-kanak (TK) swasta dinegerikan Pemkab Klungkung tahun ini. Hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan angka partisipasi anak-anak untuk menempuh pendidikan sejak dini. Melalui kebijakan ini, tak ada lagi pemungutan biaya alias gratis.

Penegerian salah satunya dilakukan pada TK Dharma Wanita, Kelurahan Semarapura Kangin. Penyerahan Surat Keputusannya dilaksanakan langsung Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Jumat (2/2). Ia yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Dewa Gde Darmawan menjelaskan sesuai hasil evaluasi, Angka Partisipasi Kasar (APK) anak-anak menempuh pendidikan TK baru menyentuh 61 persen. Sebagian besar berada di wilayah perkotaan. Sementara untuk di perdesaan, masih lebih rendah.

Biaya yang cukup besar dan terkendala jarak dinilai menjadi penyebab hal tersebut. “Dari itu, saya langsung minta ke Dinas Pendidikan untuk membuat minimal satu desa satu TK negeri. Dengan ini, siswa tak lagi membayar. Pengeluaran masyarakat juga bisa berkurang,” ungkapnya.

Tahun ini, penegerian menyasar 12 TK yang tersebar di Kecamatan Klungkung, Banjarangkan, Dawan dan Nusa Penida. Seluruh biaya operasional ditanggung pemkab. Tenaga pendidik yang sebelumnya berstatus pengabdi secara otomatis diangkat menjadi tenaga kontrak dengan upah Rp 1,6 juta per bulan sudah termasuk jaminan kesehatan. “Tidak semua kabupaten bisa menerapkan kebijakan seperti ini. Ini kebijakan diskresi, selain angkutan siswa gratis dan tanggungan BPJS Kesehatan. Pendidikan sebagai kebutuhan dasar masyarakat harus mendapatkan perhatian,” tegasnya.

Baca juga:  Terhimpit Ekonomi, Anak Derita Hidrocepalus Sempat Enam Bulan Tak Bisa Berobat

Mengimbangi terobosan yang dilakukan Pemkab, tenaga pendidik pada sekolah TK yang kini diberi nama TK Negeri Gema Santi ini diminta untuk terus meningkatka kualitas. Demikian pula pendidikan karakter untuk anak-anak menjadi hal utama yang harus diterapkan. Selain itu juga harus mampu melakukan langkah-langkah inovatif. Salah satunya mengajak anak-anak mempelajari objek bersejarah di kawasan perkotaan. “Misalnya city tour. Itu bisa dimanfaatkan oleh sekolah. Ajak anak-anak objek wisatanya. Bisa gunakan shuttle bus. Kita dulu yang meramaikan,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung, Dewa Gde Darmawan mengungkapkan sesuai data terakhir, di Kabupaten Klungkung terdapat 114 TK yang tersebar di 59 Desa dan Kelurahan. Setelah dikaji, baru 26 yang memenuhi syarat untuk dinaikkan statusnya menjadi negeri. “Prosesnya bertahap, saat ini baru 12 TK. Kami targetkan 2019 seluruhnya bisa terwujud,” ujarnya.

Kepala TK Negeri Gema Santi, Ni Putu Oktariyanti merespon positif langkah pemkab tersebut. Pihaknya pun komitmen untuk mengedepankan pendidikan karakter pada anak-anak. “Kami sangat mendukung ini. Apalagi satu desa minimal satu TK negeri,” tandasnya. (Adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.