J. Hotman Hutahaean. (BP/rah)
DENPASAR, BALIPOST.com – Berkenaan dengan peningkatan aktivitas Gunung Agung ke level awas dan terjadi erupsi, Kodam IX/Udayana akan mengerahkan kekuatan penuh untuk membantu penanganan dan pengendalian darurat dari segi personel maupun materiil. Kodam telah menyiagakan 4.092 personel, 52 truk, 5 ambulans, tenda serbaguna 13 set, tenda peleton 23 buah, tenda kesehatan 7 set, dapur lapangan 12 set dan velbet 480 unit.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf J. Hotman Hutahaean, S.Sos, Rabu (29/11) mengatakan, untuk jumlah personel rinciannya di wilyah Bali 2.038 orang, NTB 686 orang dan NTT 1.368 orang. “Pihak PVMBG (Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) Kementerian ESDM juga sudah secara resmi meningkatkan status Gunung Agung dari level III (siaga) ke level IV (awas) sehingga radius 8 kilometer dengan perluasan 10 kilometer dari kawah Gunung Agung harus dikosongkan,” tegasnya.

Kodam IX/Udayana sebagai Komando Utama Operasi, kata Hotman, selain melaksanakan tugas pokok pengendalian terhadap pelaksanaan Operasi Militer Untuk Perang (OPM), juga mengemban tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) seperti membantu penanggulangan dan pengendalian akibat bencana alam, pengungsi dan pemberian bantuan kemanusiaan. Oleh karena itu Kodam sudah siap memberikan bantuan dalam penanganan dan pengendalian akibat bencana erupsi Gunung Agung.

Baca juga:  Pantau Kondisi Gunung Agung, PVMBG akan Kembali Terbangkan Drone

Dari 4.092 personel yang disiagakan, 690 orang sudah dikerahkan lapangan untuk melaksanakan kegiatan pengendalian, pendataan dan pengaturan pengungsian penduduk yang terdampak bencana. Sedangkan untuk materiil yang sudah digelar antara lain, tenda dapur 9 unit, tenda serbaguna 13 set, dapur lapangan 2 set, kendaraan 9 unit dan dump truk 3 unit serta peralatan komunikasi.

“Personel Kodam jajaran sudah melakukan tugasnya yaitu sosialisasi, bantuan evakuasi pengungsi, pembuatan tenda pengungsi, pendistribusian bantuan, pendataan pengungsi, pengobatan, memasak, melaksanakan patroli bersama dengan aparat lainnya ke daerah rawan bencana. Di samping itu melaksanakan patroli bersama ke desa-desa dan rumah yang ditinggal mengungsi oleh pemiliknya untuk mencegah terjadinya pencurian,” ujarnya.

Langkah koordinasi, menurut Kapendam, juga sudah dilakukan yaitu dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika berkaitan dengan penanggulangan bencana khususnya tentang penetapan tempat pengungsi, jalur evakuasi, distribusi logistik dan dukungan alat peralatan serta sarana prasarana. “Dandim 1623/Karangasem ditunjuk sebagai Dansatgas Penanggulangan Bencana Tingkat Kabupaten, para Danramil dan Babinsa melaksanakan tugas pendataan serta menangani prosedur pengungsian penduduk,” ungkap Hotman. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.