Paruman- Pihak Desa Adat Besakih melaksanakan paruman membahas tentang pelaksanakan upacara pecaruan dan prayascita yang akan dipusatkan di Pura Pengubengan Besakih pasca kembali adanya pendaki yang meninggal dunia di Gunung Agung. (BP/Nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Pascapendaki meninggal dunia saat melakukan aktivitas pendakian di Gunung Agung, pihak Desa Adat Besakih akan melaksanakan upacara pecaruan dan prayascita yang akan dipusatkan di Pura Pengubengan Besakih.

Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiarta, mengungkapkan, pihak Desa Adat bersama prajuru telah melaksanakan paruman atau rapat setalah penemuan mayat pendaki di Puncak Gunung Agung. Dari hasil paruman, pihak desa adat rencananya bakal melaksanakan upacara pecaruan dan prayascita untuk membersihkan lokasi di Kawasan area Pura Agung Besakih sebelum dilaksanakannya Ida Bhatara Turun Kabeh 2024.

Baca juga:  Pengungsi Gunung Agung Budidaya Bunga Mitir di Bajarangkan

“Upacara pembersihan rencana dilaksanakan 2 atau 3 hari pasca evakuasi. Lokasi upacara nanti akan dipusatkan di Pura Pengubengan Besakih. Semoga upacara pembersihan jalan lancar, tidak ada hambatan,” ucap Widiartha.

Widiartha mengatakan, pihaknya menghimbau wisatawan domestik maupun mancanegara tidak melakukan pendakian selama dilakukan karya Ida Bhatara Turun Kabeh. “Tiga hari sebelum nedunang Ida Bhatara jalur pendakian harus steril. Tidak boleh ada pendakian. Wisatawan harus menghormati karena adanya upacara besar ini,”imbuh Jro Mangku Widiartha.

Baca juga:  Tradisi "Nyakan Diwang" di Kayuputih

Menurut Widiartha, Penutupan pendakian dilakukan untuk memperlancar upacara dari awal hingga akhir. Yang terpenting adalah untuk menjaga kesucian Pura Besakih. “Penutupan sudah kesepakatan bersama. Oleh karena itu, kami menghimbau warga agar tak lakukan pendakian selama karya,” pinta Widiartha. (Eka Prananda/Balipost).

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *