Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster didampingi Ketua DPRD Bali, Adi Wiryatama mengunjungi pengungsi di sejumlah desa di Karangasem. (BP/ist)
DENPASAR, BALIPOST.com – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster, Selasa (28/11) didampingi Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama serta Ketua Tim Gotong Royong Peduli Warga Terdampak Letusan Gunung Agung dengan Pola Semesta Berencana IG Budiarta bersama jajaran Fraksi PDI Perjuangan DPRD Karangasem meninjau lokasi pengungsian. Lokasi yang dikunjungi terletak di Desa Pesedahan, Desa Ngis dan Desa Selumbung di Kecamatan Manggis, Karangasem.

Kehadiran Koster mendapat sambutan antusias dari warga pengungsi, serta perbekel dan aparat desa setempat. Menurutnya, tujuan kunjungan untuk mendata kebutuhan mendasar dan mendesak yang memang sangat dibutuhkan oleh pengungsi, yang tidak bisa dipenuhi atau disediakan oleh pemerintah. “Dari hasil pendataan, diketahui kebutuhan yang diperlukan oleh pengungsi diataranya, matras untuk alas tidur, air siap minum, terpal, kebutuhan bayi, fasilitas kesehatan, sayuran untuk lauk pauk, serta bahan bakar seperti gas dan penanganan pendidikan untuk anak-anak pengungsi,” jelasnya.

Baca juga:  Seluruh Caleg Didiskualifikasi Bila Parpol Tak Laporkan Dana Kampanye
Koster menyerahkan bantuan dan berbincang dengan warga di pengungsian. (BP/ist)

Setelah mengetahui kebutuhan mendasar pengungsi, sebutnya, tim akan segera menyalurkan bantuan ke sejumlah lokasi pengungsian. Dalam menghimpun bantuan, Tim Gotong Royong akan melibatkan partisipasi masyarakat dan para donatur.

Koster bersama rombongan juga sempat mengunjungi Posko Induk Tanah Ampo dan berkoordinasi dengan Dansatgas yang juga Komandan Kodim 1623 Karangasem Letkol. Inf Benny Rahardian. Koster berharap agar birokrasi penyaluran bantuan ke pengungsi bisa dipermudah. Karena dari pemantauan di posko-posko pengungsian banyak yang mengeluhkan penyaluran lambannya penyaluran logistik dari posko induk. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.