gunung agung
Suasana tenda pengungsian yang terpasang di halaman GOR Swecapura, Desa Gelgel nampak sepi. Pengungsi yang sebelumnya menempati sudah kembali ke kampung halaman. Guna memastkan itu, BPBD Klungkung kembali melakukan pendataan. (BP/sos)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Warga Karangasem yang mengungsi di Kabupaten Klungkung didata ulang. Menyusul adanya kepulangan seiring dengan penurunan status Gunung Agung dan Hari Raya Galungan.

Selain itu, warga yang berasal dari Kawasan Rawan Bencana (III) direncanakan ditampung dalam satu posko. Permudah melakukan penanganan dan pengawasan menjadi pertimbangan.

Berdasarkan pantauan di GOR Swecapura, Desa Gelgel, Jumat (3/11), belasan tenda yang berdiri di lapangan nyaris seluruhnya tak berpenghuni. Barang-barang yang sebelumnya menjejali, juga telah habis terangkut. Sama sekali tak ada aktivitas di posko ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung, Putu Widiada menjelaskan kepulangan pengungsi seiring penurunan status Gunung Agung dari awas ke siaga terus berlanjut. Tak hanya yang berasal KRB I dan II yang telah dinyatakan berada dalam posisi aman. Berbekal alasan untuk merayakan Galungan, warga dari KRB III juga nekat menyusul dan menyatakan kembali lagi setelah persembahyangan usai. Padahal, dari imbauan pemerintah, hal tersebut belum diperkenankan lantaran situasi masih mengkhawatirkan.

“Yang dari KRB III sudah ada yang balik lagi ke pengungsian. Kami akan pastikan lagi, apakah ada yang pulang secara permanen atau hanya untuk sembahyang. Akan didata lagi. Kalau pulangnya permanen, tentunya akan dikeluarkan dari data awal,” ungkapnya.

Baca juga:  Bayi Baru Lahir Terpaksa Bertahan Hidup di Tempat Pengungsian

Sesuai penghitungan awal, dari jumlah pengungsi secara keseluruhan yang mencapai 15 ribuan jiwa, sekitar 3.700-an berasal dari KRB III. Namun, angka ini belum bisa dipastikan lantaran pendataan masih berlanjut. “Itu data awal. Belum bisa dipastikan. Hari ini (kemarin-red) kami mulai turun. Mudah-mudahan Senin depan ada data terbaru,” ungkap mantan Camat Banjarangkan ini.

Jika pengungsi dari KRB III masih berada pada kisaran data awal, maka akan dikoordinasikan kepada Bupati untuk bisa tertampung menjadi satu tempat. Tidak seperti saat ini yang masih tercecer di sejumlah posko yang tersebar di tiga kecamatan. “Rencananya mereka akan dibawa ke GOR. Ini untuk mempermudah pemantauan dan pengawasan. Sebab, selama ini tak menutup kemungkinan ada yang pulang tanpa lapor,” katanya.

Terkait ketersediaan logistik, pejabat asal Penebel, Tabanan ini menyatakan masih aman. Stok beras yang menjadi kebutuhan pokok sudah mampu tertutupi dengan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). “Untuk logistik masih aman. Bantuan dari perusahaan yang tergabung dalam BUMN juga masih ada. Dengan adanya data terbaru jumlah pengungsi, akan bisa disesuaikan dengan kebutuhan logistik,” tandasnya. (sosiawan/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.