proyek
Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta (tengah) meninjau proyek peningkatan salah satu ruas jalan di Nusa Penida beberapa waktu lalu. (BP/sos)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Dua proyek peningkatan jalan di Nusa Penida bernilai miliaran rupiah yang dirancang Pemkab Klungkung gagal terealisasi tahun ini. Menyusul, tidak adanya pemenang lelang. Pengerjaannya pun kembali direncanakan bergulir pada tahun selanjutnya.

Menurut Kepala Bagian Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa Setda Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana, menjelang akhir tahun, waktu pelaksanaan proyek fisik tidak mencukupi. Hal itu menyebabkan peningkatan jalan Pertigaan Soyor – Sekartaji – Tanglad dengan pagu Rp 3.056.912.000 dan Jalan Sekartaji – Sedihing senilai Rp 757.754.961 yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukian gagal terealisasi. “Dua paket ini lelangnya tidak dilanjutkan karena waktu pelaksanaan tidak mencukupi,” ungkapnya, Jumat (27/10).

Hal serupa juga terjadi pada konsultasi perencanaan Detail Enginering Design (DED) pembangunan stage di Nusa Ceningan senilai Rp 70 juta. Sebelumnya, ini sudah sempat dua kali gagal lelang. Sementara untuk kendaraan trail di BPBD senilai Rp 320.000.000 yang sebelumnya juga dua kali gagal lelang, pengadaannya akan dilakukan melalui e-katalog. “Ini sudah dikomunikasikan dengan OPD yang terkait,” ucap birokrat asal Banjarangkan ini.

Baca juga:  Memudar, Eksistensi Kain Tenun Rangrang Nusa Penida

Sementara itu, kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman, Gusti Nyoman Supartana menyatakan pelaksanaan proyek di Nusa Penida lebih menantang dari Klungkung daratan. Hal ini juga diduga menjadi pemicu kontraktor kurang tertarik untuk terlibat dalam pengerjaan. “Kontraktor yang berani ke Nusa terbatas. Bebannya banyak. Waktu terbatas. Kalau proyeknya diambil, dikhawatirkan rugi,” ungkapnya.

Anggaran peningkatan jalan dengan panjang total sekitar 4 kilometer itu bersumber dari Bantuan Kekuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung. Pelaksanaannya kembali diupayakan bisa berlangsung pada 2018.

“Kita sudah rapatkan secara teknis bersama PPK. Itu kami upayakan bisa jalan tahun depan. Mudah-mudahan bantuan datangnya tidak ada keterlambatan. Jadinya ada banyak waktu untuk pelelangan dan pengerjaan. Ini juga sudah kami sampaikan ke pak bupati,” terangnya.

Terlepas dari hal tersebut, Supartana menyatakan beberapa tahun terakhir, peningkatan jalan di wilayah kepulauan itu sudah cukup masif. Tercatat dari 299 Kilometer, sekitar 65 persen jalan sudah tersentuh coolmix. “Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk terus melakukan perbaikan. Tapi karena kondisi kurang memungkinkan, jadinya ada terhambat,” tandasnya. (sosiawan/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.