mayat
Petugas BPBD tengah melakukan evakuasi mayat perempuan yang ditemukan di sungai Gunung Sari Kawan di Banjar Jasri, Desa Belega, Blahbatuh, Selasa (17/10). (BP/nik)
GIANYAR, BALIPOST.com – Warga digegerkan dengan temuan mayat di aliran sungai Gunung Sari Kawan, di Banjar Jasri, Desa Belega, Blahbatuh, Selasa (17/10). Mayat berjenis kelamin perempuan, tanpa identitas.

Inforamsi dihimpun di lokasi kejadian, awalnya I Wayan Tontra hendak mandi di sungai yang merupakan saluran irigasi Gunung Sari Kawan, sembari mencari kelapa. “Saya tadi habis ngayah (gotong royong, red). Lalu saya ke sungai untuk mandi sama anak saya,” ucapnya.

Nah saat berjalan ke arah utara di sungai itu menuju arah bendungan. Pria 47 tahun itu dikejutkan dengan temuan tubuh mengapung di tengah sungai yang penuh sampah. Kala itu Tontra sempat memperhatikan bagian badan yang awalnya dilihat seperti bangkai binatang itu. Tak lama kemudian, justru muncul kaki manusia naik ke atas permukaan air. “Melihat itu saya kaget. Saya langsung lari, ini kaki saya sampai luka. Anak saya juga saya ajak lari,” katanya.

Tontra lantas memanggil warga sekitar, kemudian diteruskan ke Kelian Dusun Jasri, I Ketut Trisna. Dari laporan kepala dusun ini, kemudian banyak petugas tiba di lokasi penemuan mayat. Dari lokasi penemuan mayat perempuan tanpa identitas ini bisa dilihat dari belakang rumah Ni Made Siki.

Baca juga:  Banyak Event Besar di Gianyar, Volume Sampah Alami Kenaikan Signifikan

Petugas tampak kesulitan melakukan proses evakuasi. Mayat menyangkut di tumpukan sampah dihadang oleh bambu. Petugas pun harus membersihkan sampah. Kemudian, mayat dimasukkan ke dalam kantong mayat dan dibawa ke RS Sanglah.

Kapolsek Blahbatuh, Kompol Abdus Salim menjabarkan ciri-ciri mayat tersebut berambut sebahu. Saat ditemukan, korban yang disinyalir warga lokal itu mengenakan BH berwarna cokelat dan celana pendek jeans. Tinggi badan korban sekitar 165 cm dan beberapa bagian wajah tampak tidak utuh diduga karena membusuk.

Adapun bagian bola mata sudah hilang. Termasuk beberapa bagian kulit tangan sudah hilang. “Kami tidak bisa menjawab itu karena dimakan binatang atau apa, nanti medis yang menjelaskan,” ujarnya.

Menurut Kompol Abdus Salim, korban diduga bukan orang asal desa Belega, Sebab polisi sudah melakukan penelusuran namun tidak ada yang melapor kehilangan orang. Bahkan, menurut Abdus Salim, pihaknya belum mendengar ada laporan kehilangan orang di Polres Gianyar. “Rasanya belum ada laporan orang hilang. Ini sedang kami cari,” tandasnya. (manik astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.