TPA
TPA Sente di Dusun Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan. Pemanfaatannya akan berlangsung sampai akhir tahun ini. Setelah itu, sampah rencananya akan dibuang ke TPA Regional di Bangli. Pemkab Klungkung masih menunggu kesepakatan. (BP/sos)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Rencana Pemkab Klungkung untuk membuang sampah ke TPA Regional di Kabupaten Bangli masih berhembus. Hal tersebut menyusul pemanfaatan TPA Sente, Dusun Sente, Desa Pikat Kecamatan Dawan akan berakhir tahun ini. Realisasi rencana ini tinggal menungu kesepakatan.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengatakan kondisi TPA Sente yang memiliki luas 98 are telah overload. Hal tersebut membuat pemkab harus mencari lokasi baru untuk pembuangan sampah. Salah satu yang dilirik adalah TPA Regional di Kabupaten Bangli yang memiliki daya tampung masih cukup besar. Guna mewujudkan itu, pemkab pun telah melakukan komunikasi dengan pemkab Bangli. Bahkan, kini tinggal menunggu kesepakatan saja sehingga nantinya tidak menuai persoalan. “Komunikasi sudah jalan. Tinggal menunggu kesepakatan saja,” jelasnya belum lama ini.

Bupati asal Nusa Ceningan ini menyebutkan, sekitar setahun lalu, pemkab sempat membuang sampah ke TPA yang berlokasi di Jalur Desa Landih, Kecamatan Bangli itu. Namun hanya berlangsung beberapa saat lantaran ada rasa keberatan dari warga yang wilayahnya terlintasi truk. “Dulu belum ada kesepakatan. Sekarang ini yang kami jalin,” tegasnya.

Baca juga:  Segini, Jumlah Sampah yang Dikumpulkan dalam "Suksma Bali"

Selain melalui cara itu, penanganan sampah juga akan dilakukan dengan memperbanyak pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu. Bahkan, ini telah dorong untuk ada di setiap desa. Selain itu, terobosan pengolahan menjadi briket sebagai penghasil listrik juga digulirkan. Sebagai langkah awal, ini akan diterapkan di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan. Terobosan yang rencananya di launching November mendatang ini mendapat respon positif dari masyarakat. Bahkan itu diharapkan tak sekadar wacana. “Untuk penanganan sampah kami terus mencari cara. Mulai dari memasimalkan fungsi TPST sampai pengolahan menjadi briket,” jelas Suwirta.

Sementara itu, khusus untuk pemanfaatan gas metana di TPA Sente oleh puluhan warga Dusun Sente, orang nomor satu di bumi serombotan ini mengatakan tetap berlanjut. Pipa pendistribusian gas yang tercabut sebulan lalu akibat tersumbat akan kembali dipasang. Hal ini sudah dikoordinasikan dengan petugas salah satu TPST di Kabupaten Malang yang sudah memiliki pengalaman. “Itu akan dipasang secepatnya. Sudah diikoordinasikan dengan petugas,” tandasnya. (sosiawan/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.