Siswa kelas 6 mengikuti USBN, Senin (15/5). (BP/dok)
DENPASAR, BALIPOST.com – Sedikitnya 3.100 ijazah masih belum datang dari pusat. Karena itu, ribuan siswa Sekolah Dasar (SD) yang sudah lulus dan sudah berada di jenjang SMP belum menerima ijazah. Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar terus berkoordinasi dengan pusat agar segera dikirim blanko ke Denpasar.

“Sampai saat ini kami belum menerima blanko dari pusat. Kami terus berkoordinasi, karena masih kurang sekitar 3.100-an lembar,” ujar Kadisdikpora Denpasar Wayan Gunawan, Jumat (18/8).

Gunawan mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa kabupaten lain di Bali. Karena sesuai dengan arahan pusat, Denpasar diminta untuk berkoordinasi dengan kabupaten lainnya di Bali.

Namun, setelah dilakukan pendekatan, semua kabupaten juga sudah semua blankonya terpakai. “Jadi kabupaten lainnya di Bali, juga tidak memiliki blanko lebih,” katanya.

Seperti diketahui, keterlambatan pembagian ijazah ini akibat blanko yang diterima Disdikpora Denpasar tidak sesuai dengan yang digunakan saat ini. Karena ada jenis-jenis ijazah yang dikeluarkan pusat. “Kita seharusnya memerlukan blangko ijazah dengan kurikulum 2013. Tetapi yang dikirim lain, sehingga tidak bisa digunakan,” jelasnya.

Baca juga:  Tak Penuhi Syarat, Seratusan ASN Badung Gagal PI

Sejak tahun ajaran 2016/2017 untuk SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, SMK, SPK, Paket A, Paket B, dan Paket C diterbitkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan. Terdapat tiga jenis ijazah, yaitu ijazah untuk sekolah yang menggunakan kurikulum 2006, ijazah untuk sekolah yang menggunakan kurikulum 2013, dan ijazah untuk satuan pendidikan kerjasama (SPK). Perbedaan tersebut terletak pada daftar nilai yang terletak di halaman belakang dan kode blangko yang terletak di halaman muka.

Gunawan menambahkan, bila blangko sudah lengkap, akan segera didistribuksikan ke semua sekolah. Pihaknya memastikan, dalam waktu dekat semua blangko sudah tiba di Denpasar dan segera akan dilengkapi. Hanya, untuk pengisian nilai juga perlu waktu, karena tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. “Jadi untuk pengisiannya pun perlu waktu lagi. Karena itu, saya berharap siswa bersabar, karena pasti akan mendapatkan ijazah yang diharapkan tersebut,” kata mantan Kadis Pariwisata ini. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.