ombak
Ilustrasi. (BP/dok)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Pantai Yeh Lawe di Banjar Tegal Sari, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem, makan korban. Tiga orang bocah asal Banjar Batu Meyeh, Desa Songan B, Kintamani, Bangli, terseret arus saat mandi di pantai tersebut. Lambatnya pertolongan membuat satu orang di antara mereka yakni Ni Putu Lina (13), meregang nyawa.

Peristiwa tragis itu terjadi Rabu (5/7) sekitar pukul 17.00 wita. Sore itu Lina bersama adiknya I Ketut Adil (8) dan temannya Ni Komang Nopi (12) sengaja datang jauh-jauh dari Batu Meyeh untuk mandi dan berenang. Mereka berangkat dari rumahnya naik ojek sekitar pukul 16.00 wita. Meskipun berada di wilayah Kabupaten Bangli, Banjar Batu Meyeh sendiri berbatasan langsung dengan Desa Tianyar Barat. Jaraknya juga relatif dengan dengan Pantai Yeh Lawe. Sekitar pukul 16.40 mereka sudah sampai di pantai yang dikenal memiliki banyak titik palung laut yang dalam.

Sekitar 20 menit mandi, ketiga bocah malang itu tersapu ombak lalu terseret ke tengah perairan. Komang Nopi berhasil menyelamatkan diri, tapi tidak dengan Putu Lina dan Ketut Adil. Kakak-beradik itu terseret sampai jauh ke tengah.

Baca juga:  Ribuan Siswa Laksanakan Bersih-Bersih Pantai

Nopi setelah mencapai daratan langsung mencari bantuan. Salah seroang nelayan setempat, I Made Moyo (40), langsung melakukan pertolongan dengan mencari korban ke tengah. Ketut Adil yang pertama kali berhasil dijangkau dan langsung langsung dibawa ke darat. Sedangkan Putu Lina ditemukan beberapa saat kemudian dalam posisi mengambang dengan jarak 100 meter dari bibir pantai. Kedua korban kemudian dievakuasi ke Klinik Tukad Luah di Desa Tianyar Barat.

Tim medis sudah berusaha maksimal melakukan pertolongan. Kedua korban yang dalam kondisi badan lemas sempat dilakukan resusitasi jantung paru-paru (RJP). Namun upaya pertolongan melalui kompresi dada itu tidak berjalan maksimal. Tim medis gagal menyelamatkan nyawa Putu Lina.

Beberapa saat setelah mendapat perawatan, kondisi Ketua Adil terus membaik. Bocah malang itu pun sudah bisa berkomunikasi dan menceritakan kejadian yang menimpanya, termasuk kepada polisi. Untuk mengungkap misteri di balik kejadian tersebut, polisi juga sudah minta keterangan Ni Komang Nopi dan Kadek Moyo. ‘’Murni musibah. Korban nekat mandi di laut padahal tidak mahir berenang,’’ kata Kasubag Humas Polres Karangasem, AKP I Komang Orta, Kamis (6/7). (kmb/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.