narkoba
Kondisi eks bangunan RSU Bangli yang terbengkalai sejak beberapa tahun terakhir. (BP/ina)
BANGLI, BALIPOST.com – Warga Banjar Kawan, Kelurahan Kawan Bangli menolak wacana pembangunan balai rehabilitasi narkoba di bangunan bekas rumah sakit umum (RSU) Bangli. Warga khawatir keberadaan balai rehabilitasi narkoba di lingkungan Banjar Kawan nantinya akan membawa dampak buruk terhadap kehidupan masyarakat setempat. Warga berharap eks bangunan RSU yang terbengkalai sejak hampir lima tahun terakhir segera dibongkar dan difungsikan menjadi taman kota.

Kepala Lingkungan Banjar Adat Kawan Nengah Sujena, Rabu (21/6) mengatakan pada prinsipnya pihaknya bersama warga Banjar Kawan sangat mendukung upaya pemberantasan narkoba. Namun pihaknya menolak jika keberadaan eks bangunan RSU Bangli yang berada persis di depan balai Banjar Kawan dijadikan balai rehabilitasi narkoba ataupun rumah sakit ketergantungan obat.

“Kami sudah sempat sampaikan hal ini saat pertemuan sosialisasi narkoba di Dinas Sosial beberapa bulan lalu. Warga sangat mewanti-wanti agar rencana pembangunan balai rehabilitasi narkoba tidak terealisasi. Karena kami cukup berat untuk menjaga dampak yang nantinya ditimbulkan dari keberadaan balai rehabilitasi tersebut,” ujarnya.

Lanjut dikatakan Sujena, jika memungkinkan pihaknya sangat berharap rencana pembangunan balai rehabilitasi narkoba dialihkan ke lokasi lainnya di luar lingkungan Banjar Kawan. “Lahan itu memang milik pemerintah provinsi. Tapi kami sebagai yang punya lingkungan keberatan dengan rencana pembangunan balai rehabilitasi itu. Kalau bisa tempatnya jangan di kota, di tempat lain saja,” katanya.

Baca juga:  Ketersediaan Blangko e-KTP Terbatas, Ribuan Data PRR Belum Tercetak

Untuk menghindari kesan kumuh dan angker dari eks bangunan RSU tersebut, pihaknya pun sangat berharap kepada pemerintah untuk segera melakukan pembongkaran dan memfungsikan lahan tersebut menjadi tempat yang lebih berguna misalnya taman kota.

Dengan kondisinya saat ini yang kumuh dan tak terawatt, disinyalir bangunan bekas rumah sakit tersebut selama ini telah menjadi tempat bersarangnya nyamuk. Menurut Sujena, dengan dijadikannya taman kota, maka bangunan bekas tersebut bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat Bangli sebagai tempat rekreasi. “Masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi ke kota Gianyar. Dengan dijadikannya taman kota, secara otomatis akan ramai dan perekonomian masyarakat Bangli menjadi lancar,” imbuhnya.

Sementara itu berdasarkan pantauan siang kemarin, bekas bangunan RSU Bangli tampak kumuh tak terawatt. Karena lama tak pernah dibersihkan, rumput liar yang ada di sekitar bangunan tumbuh meninggi. Sejak bangunan RSU itu dikosongkan, beberapa warga ada yang memanfaatkannya sebagai garase, tempat memarkir kendaraan roda empat. (dayu rina/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.