Tumpukan sampah di Jalan Nusantara. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Warga di Jalan Nusantara, Bangli, mengeluhkan pelayanan pengangkutan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangli. Pasalnya, sudah dua hari sampah warga di jalur tersebut tak diangkut hingga menumpuk dan berbau.

Salah seorang warga setempat, Jumat (12/4), mengatakan bahwa sampah di jalur Nusantara terakhir kali diangkut petugas DLH Rabu lalu. Pengangkutan sampah biasanya dilakukan tiap hari. “Biasanya diangkut tiap subuh. Ini tidak tahu lambat diangkut karena apa. Sudah dua hari dibiarkan,” ungkap warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca juga:  Lima Tahun Abrasi di Pabean, Pura dan Lahan Warga Tergerus

Karena lambat diangkut, sampah yang ditaruh warga di depan rumah masing-masing jadi menumpuk dan sudah mulai mengeluarkan bau tak sedap. Warga pun harus sering-sering membereskan tumpukan sampah supaya tak berceceran ke jalan karena dikoyak anjing.

Warga tersebut juga mengatakan, kondisi seperti ini sudah sering terjadi. “Sering lambat. Kadang sampai satu hari. Ini tumben dua hari tidak diangkut,” katanya.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli Putu Ganda Wijaya mengatakan sampah warga di jalur Nusantara belum terangkut sejak Kamis (12/4). Penyebabnya karena staf yang seharusnya bertugas di jalur itu tidak bekerja. “Sopirnya ada, mobil (truk) ada. Tapi petugas angkutnya tidak kerja,” ungkapnya.

Baca juga:  Sebulan Jelang ke PON Papua, Perenang "Open Water" Belum Jajal Perairan

Pihaknya mengaku telah memberikan peringatan terhadap stafnya tersebut. Ganda memastikan Jumat sore ini sampah warga di jalur Nusantara dan di Jalan Cendrawasih sudah tertangani. “Saya sudah perintahkan tim penyisir, seluruh Viar, emergency dan TPST untuk bantu pengangkutan sampah di jalur Cendrawasih dan Nusantara. Saya pastikan sore ini sudah terangkut,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/Balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *