
NEGARA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana resmi menginisiasi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Bersih Pantai, sebuah langkah strategis untuk memerangi polusi sampah plastik yang mengancam ekosistem pesisir Bali Barat. Berbeda dengan program konvensional, Satgas ini mengedepankan model kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, TNI/ Polri komunitas lokal, banjar dan sektor swasta.
Gagasan ini lahir sebagai respons atas urgensi penanganan sampah plastik di sepanjang garis pantai Jembrana yang merupakan aset vital pariwisata dan perikanan. Sekaligus merespons cepat arahan Presiden RI terkait standarisasi kebersihan kawasan wisata di Bali dengan pola gotong royong. Fokus utama Satgas ini bukan hanya pada aksi pembersihan berkala, tetapi pada konsistensi dan edukasi berkelanjutan secara terintegrasi
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyatakan kehadiran TNI dan Polri di tengah masyarakat menjadi kunci efektivitas pengawasan lingkungan di lapangan. Ia telah menginstruksikan pembentukan Satgas Bersih Pantai di setiap Banjar pesisir yang melibatkan unsur aparat keamanan dan tokoh masyarakat secara terintegrasi.
“Satgas itu Adalah tokoh masyarakat, melibatkan TNI/Polri sesuai dengan arahan Pak Presiden, dan juga Kelian Banjar yang bertanggung jawab. Maka ketika ada sampah di pantai, kita segera bergerak, semua bergerak . Sehingga persoalan sampah lebih cepat teratasi ,” ujar Bupati Kembang usai aksi bersama bersih bersih pantai di Pantai Yeh Sumbul dan Medewi, Minggu (8/2).
Lebih lanjut, Bupati Kembang menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda formalitas, melainkan langkah berkelanjutan untuk menjaga citra Jembrana memiliki pantai yang bersih. Ia menjelaskan bahwa dirinya telah menginstruksikan seluruh jajaran hingga tingkat Banjar untuk selalu siaga memantau kondisi pesisir. “Kita tidak hanya lakukan hari ini. Saya sudah membentuk Satgas Bersih Pantai di setiap daerah wilayah Banjar yang memiliki pantai. Maka ketika ada sampah pantai, Satgas ini langsung bergerak,” tegasnya.
Pihaknya mengingatkan masyarakat agar memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga aliran sungai. Menurutnya, kebersihan pantai dimulai dari kedisiplinan warga di hulu agar tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. “Mari kita bersama-sama menjaga pantai kita, buang sampah pada tempatnya, tidak pada sungai dan tempat-tempat yang dilarang. Mari kita bergerak bersama untuk kebersihan lingkungan kita,” pungkasnya. (Adv/balipost)










