Petugas Dinas PUPR Gianyar menangani masalah tumpukan sampah yang memicu penyumbatan saluran irigasi di kawasan Desa Serongga. (BP/istimewa)

​GIANYAR, BALIPOST.com – Masalah tumpukan sampah yang memicu penyumbatan saluran irigasi di kawasan Desa Serongga, Kecamatan Gianyar, (tepatnya di ruas Jalan Abianbase-Lebih) menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Gianyar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar, Ir. I Dewa Gede Putra Hartawan, Jumat (6/2), menyatakan bahwa pihaknya melakukan langkah normalisasi untuk mengembalikan fungsi saluran irigasi tersebut.

​Dewa Gede Putra Hartawan mengungkapkan, penyebab utama mampetnya aliran air adalah volume sampah yang sangat tinggi. Lokasi tersebut sejatinya merupakan saluran pembuangan irigasi, namun kondisinya saat ini tertutup oleh material sampah yang dibuang sembarangan.

Baca juga:  Selfie di Angel Billabong, WN Tiongkok Terjatuh ke Laut dan Meninggal

​”Penyebabnya karena sampah yang menumpuk di sana. Itu sebenarnya saluran pembuangan irigasi, tapi sekarang kondisinya penuh sampah,” ujar Dewa Gede Putra Hartawan.

​Guna mengatasi masalah ini secara cepat agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas atau potensi banjir, Dinas PUPR telah merancang teknis penanganan di lapangan. Rencananya, petugas melakukan penyedotan air terlebih dahulu untuk memudahkan proses pengangkatan sampah.

​Penyedotan air merupakan langkah awal dilakukan untuk mengurangi volume air yang tergenang akibat sumbatan. Setelah air surut, petugas akan mengangkat seluruh material sampah yang menyumbat saluran.

Baca juga:  Ditenderkan Januari Ini, Badung Tambah Kontainer Pengolah Sampah

“Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah mengembalikan fungsi saluran irigasi (normalisasi) agar aliran air kembali lancar seperti semula,” jelasnya.

​Dewa Gede Putra Hartawan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dengan tidak membuang sampah ke saluran irigasi, mengingat peran vital saluran tersebut bagi sistem pengairan dan drainase di wilayah Gianyar.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Bina Jasa Konstruksi Dinas PUPR Kabupaten Gianyar, Dr. Ir. I Made Dwipa Arta menyampaikan, pengerjaan pembersihan saluran air melibatkan petugas dari Kementerian PU, Dinas PUPR Gianyar, dan perangkat desa. Sementara, personel Polsek Gianyar membantu mengatur arus lalin yang ditutup sementara.

Baca juga:  Peringati Hari Bumi, The Tranformers akan Gelar Aksi di Lapangan Tembuku

Dwipa Arta menekankan, gorong-gorong di bawah jalan mengalami penyumbatan sehingga air tidak lancar mengalir ke hilir. “Air buangan tersebut kemudian bermuara di saluran primer DI Payal sehingga menambah debit air ke sawah,” tuturnya. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN