ubud
Terlihat seorang warga sedang melihat lokasi bangunan yang terbakar di Blok A lantai Dua Pasar Ubud, Snein (17/4). (BP/nik)
GIANYAR, BALIPOST.com – Insiden kebakaran kembali menggegerkan warga di Pasar Ubud, Senin (17/4) dini hari. Kebakaran kali ini menghanguskan sejumlah barang dagangan pada bangunan blok a lantai 2, yang selama ini diperuntukan sebagai gudang. Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran yang memicu kerugian hingga Rp 38 Juta.

Informasi dihimpun kebakaran pertama kali diketahui seorang pedagang, I Ketut Bambang pada Senin dini hari sekitar pukul 03.45 wita. Kala itu pria 51 tahun ini mencium aroma angit seperti berang terbakar, setelah di cek terlihat kepulan asap dari bangunan blok a lantai 2 Pasar Ubud. Terkejut melihat hal itu, sontak I Ketut Bambang berteriak kebakaran.

Hal ini langsung mengegerkan warga setempat, mereka pun berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Sementara petugas Pemadam Kebakaran Gianyar yang stand bay di seputaran Pasar Ubud langsung terjun melakukan pemadaman, dengan mengerahkan tiga unit mobil damkar.

Setelah berupaya keras menyemprotkan air ke titik kebakaran di bangunan Blok A lantai dua pojok timur laut. Api akhirnya bisa dipadamkan sekitar pukul 04.30 wita, tanpa sempat merembet ke bangunan lain. “Petugas sudah bergerak cepat melakukan pemadaman, selang 30 menit api sudah berhasil dipadamkan,“ ucap Kasat Pol PP Gianyar Cokorda Gede Agusnawa.

Kanit Reskrim Polsek Ubud, Iptu Hadimastika mengatakan, setelah api berhasil dipadamkan polisi langsung mengisolasi lokasi kebakaran dengan police line, guna memudahkan proses penyelidikan. Namun hingga Senin sore polisi belum bisa memastikan penyebab kebakaran. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran ini,“ katanya.

Petugas Kantor Pasar Ubud, Ketut Seridarma mengatakan sejak lama bangunan di lntai 2 Blok A Pasar Ubud tidka diperuntukan untuk para pedagang, melainkan hanya difungsikan sebagai gudang. Alhasil saat kebakaran Senin dini hari kemarin, hanya tiga pedagang yang menaruh barang di lokasi tersebut mengalami kerugian jutaan rupiah.

Baca juga:  Mess Pendeta Terbakar, Kerugian Capai 150 Juta

Kerugian paling tinggi sebesar Rp 22,4 Juta dialami I Made Astawa asal Desa Sebatu Tegalalang. Gusti Made Mahendra Putra asal Desa Pejeng Kawan, Tampaksiring mengalami kerugian sekitar Rp 10,8 Juta. Terkahir I Gede Joni asal Karangasem mengalami kerugian sekitar Rp 4,9 Juta. “ Setelah kami kalkulasi ke tiga pedagang ini mengalami kerugian sekitar 38, 1 Juta , “ katanya.

Sementara untuk perbaikan bangunan yang terbakar Senin kemarin, pihak Pasar Ubud masih menunggu kebijakan dari Pemkab Gianyar. “ Kalau dulu ini ditangani Bagian Ekonomi, sekarang sepertinya langsung di Disperindag. Karena itu selanjutnya akan kami kordinasikan kesana, “ ujarnya.

Disiingung terkait penggunaan lokasi Blok A lantai 2 yang tidak difungsikan sebagai tempat berjualan. Ketut Seridarma kebijakan ini sudah diturunkan dari Pemkab Gianyar  sejak 2012 lalu. “ Tepatnya saat bangunan itu selesai direnovasi, Pemkab Gianyar meminta agar lokasi itu dijadikan sebagai gudang utnuk para pedagang, “ ungkapnya.

Diakui lokasi yang diperuntukan sebagai gudang itu memang tidak produktif, sebab pihak pasar tidak memungut retribusi terhadap para pedagang yang menaruh barang di lokasi tersebut. “ Karena tidak memungut retribusi kami juga tidak tahu seluruh pedagang yang menaruh abrang disana, hanya tadi saja kami mendata tiga orang ini, “ tandasnya. (manik astajaya/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.