SINGARAJA, BALIPOST.com – Tahun ajaran 2017/2018, Undiksha menerima calon mahasiwa baru lewat program nasional, baik Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) maupun Seleksi Bersama Masuk perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), di samping lewat Seleksi Mahasiswa Baru Jalur Mandiri (SMBJM).

Rektor Undiksha, Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., menjelaskan untuk SNMPTN, kini sedang proses seleksi yang batasnya sampai 15 April 2017 dan hasilnya akan diumumkan 26 April 2017. Sementara untuk SBMPTN baru memasuki tahap pendaftaran. Itu dilakukan secara online mulai 11 April 2017, pukul 08.00, sampai dengan 5 Mei 2017, pukul 22.00, melalui laman http://pendaftaran.sbmptn.ac.id, dengan mengisikan data nama dan tanggal lahir untuk mendapatkan Kode Akses Pendaftaran (KAP), Personal Identification Number (PIN), dan Slip Pembayaran. Namun, sebelum mendaftar, calon peserta diminta membaca informasi tentang SBMPTN di laman http://www.sbmptn.ac.id. “Untuk SBMPTN ini, sudah memasuki tahap pendaftaran,” ungkapnya.

Pendaftar seleksi tersebut adalah lulusan SMA/SMK/MA atau yang sederajat, termasuk paket C tahun 2015, 2016, dan 2017. Biaya seleksi dibebankan kepada peserta dan Kemristekdikti. Dalam hal ini, peserta dikenakan biaya sebesar Rp 200 ribu yang bisa dibayarkan lewat salah satu dari tiga bank mitra, yakni Mandiri, BNI, atau BTN dengan membawa Slip Pembayaran. “Pembayaran dilakukan dalam 3 x 24 jam sejak Slip Pembayaran dicetak,” jelasnya.

Usai pembayaran, sambung Jampel, peserta dapat melanjutkan proses pendaftaran lewat http://pendaftaran.sbmptn.ac.id, dengan cara: (1) mengunggah file foto berwarna sesuai dengan ketentuan, (2) mengisi data induk pada borang yang ditampilkan, (3) mengisikan informasi SMA/SMK/MA asal, termasuk tahun lulus, (4) memilih Panlok tempat mengikuti ujian dan, (5) memasukkan program studi pilihan mulai dari program studi pilihan pertama.

Jika ada pilihan program studi bidang ilmu seni dan/atau keolahragaan, peserta juga harus mengisikan tempat peserta mengikuti ujian keterampilan. Dalam hal ini, peserta perlu terlebih dahulu mengetahui ketentuan pada PTN penyelenggara program studi itu.

Baca juga:  SMBJM, Undiksha Buka Kuota 400 Orang

Peserta juga harus memilih apakah akan mengikuti Computer Based Test (CBT) atau Paper and Pencil Test (PPT). Jika memilih CBT, maka lokasi ujiannya akan ditentukan di PTN penyelenggara yang Panloknya dipilih. Sesudah semua tahap di atas diikuti, calon peserta dapat mencetak Kartu Tanda Peserta. Ujian tertulis akan dilaksanakan Selasa, 16 Mei 2017, sementara ujian keterampilan akan diselenggarakan Rabu, 17 Mei 2017 dan/atau Kamis, 18 Mei 2017. “Pengumuman hasilnya akan dilakukan Selasa, 1 Juni 2017,” ungkapnya.

Pada seleksi tersebut, peserta dapat memilih sebanyak-banyaknya tiga program studi, dengan ketentuan, jika satu, dapat memilih di PTN manapun; jika memilih dua atau lebih, salah satu harus di PTN yang berada dalam satu wilayah dengan tempat peserta mengikuti ujian. Melalui SBMPTN, Undiksha akan menerima mahasiswa baru untuk 30 program studi S1 yang tersebar di tujuh fakultas, yaitu: FBS, FHIS, FMIPA, FIP, FOK, FTK, dan FE.

Dalam penerimaan calon mahasiswa tahun ini, Universitas negeri Bali Utara ini mendapat kuota Bidikmisi 498 orang yang akan didistribusi melalui ketiga jalur seleksi. Hanya saja khusus di SMBJM adalah untuk yang ikut seleksi lewat jalur undangan atau minat dan bakat. “Jadi, calon mahasiswa yang secara ekonomi kurang mampu, tetapi berprestasi, dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan Bidikmisi,” terang Jampel.

Meskipun calon mahasiswa tidak memilih program studi di Undiksha, mereka dapat memilih Panitia Lokal (Panlok) Undiksha sebagai tempat mengikuti tes. Ini sangat menguntungkan bagi calon peserta asal Bali yang memilih program studi di PTN luar Bali karena mereka tidak perlu pergi jauh untuk mengikuti tes sehingga dapat menghemat biaya dan waktu. (Sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.