Petugas memberikan vaksinasi rabies kepada seekor anjing yang dipegang warga saat vaksinasi emergency di wilayah kasus gigitan di Desa Sumbersari, Kecamatan Melaya. (BP/ist)

NEGARA, BALIPOST.com – Anjing liar yang menggigit dua warga Desa Sumbersari, Kecamatan Melaya, dinyatakan positif rabies. Kepastian itu diperoleh dari hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar terhadap sampel otak anjing tersebut.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas PPP Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, mengatakan hasil uji itu diterima pihaknya melalui pesan pada Kamis (29/10) malam. Meski begitu, berkas asli hasil laboratorium dari BBVet Denpasar belum diterima.

Baca juga:  Distan dan FKH Unud Gelar Vaksinasi Anjing di Desa Pering

“Hasil kita terima melalui pesan malam kemarin. Dan hasilnya positif. Namun berkas asli dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar belum kita terima,” ungkap Sugiarta ketika dikonfirmasi wartawan.

Sugiarta menjelaskan, sebelum hasil laboratorium keluar, pihaknya sudah melakukan vaksinasi emergency di wilayah kasus gigitan. Selain itu, dilakukan eliminasi selektif terhadap anjing liar atau tanpa pemilik yang berpeluang menularkan rabies.

“Kemarin sudah vaksinasi dan eliminasi selektif untuk anjing liar yang berpeluang menularkan rabies. Kita selalu berusaha menekan penyebaran dengan berbagai upaya,” ujarnya.

Baca juga:  Bang Ipat Menang Telak di Rutan Negara

Anjing berwarna putih abu-abu itu menyerang dua warga secara terpisah pada Sabtu (24/10). Korban pertama, Ni Ketut Sutari, digigit di bagian kaki pada pagi hari dan telah mendapatkan vaksin anti rabies (VAR).

Sore harinya, anjing yang sama menyerang Ni Putu Sekar Rini. Gigitannya mengenai wajah sehingga korban langsung diberikan serum anti rabies (SAR) karena lukanya masuk kategori risiko tinggi.

Anjing penyerang itu tidak diketahui pemiliknya. Dari perilakunya yang agresif, anjing tersebut diduga terinfeksi rabies hingga akhirnya dieliminasi dan sampel otaknya diambil untuk diuji di BBVet Denpasar.

Baca juga:  Cegah Rabies, 52 Ribu Anjing di Bangli Akan Divaksin

Sugiarta menambahkan, kasus ini menambah panjang daftar rabies di Jembrana. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, kasus gigitan positif rabies di Jembrana tercatat 81 kasus. (surya dharma/balipost)

 

BAGIKAN