Bali Belum Bebas Rabies
Ilustrasi. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Warga dan wisatawan di Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Badung, dikejutkan dengan kasus gigitan anjing yang menyebabkan tujuh orang menjadi korban. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 4 September 2026, dengan korban terdiri dari dua warga negara asing (WNA) dan lima warga negara Indonesia (WNI).

Laporan kasus tersebut diterima Petugas Puskeswan Mengwi, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Badung, pada pukul 16.40 WITA. Perbekel Desa Cemagi melaporkan adanya anjing yang menggigit enam orang di wilayah desa tersebut.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, membenarkan kejadian tersebut. Setelah menerima laporan, petugas Puskeswan Mengwi langsung berkoordinasi dengan Perbekel Desa Cemagi untuk merespons kejadian di lapangan. Namun, saat petugas hendak melakukan penanganan, anjing yang diduga menggigit para korban tersebut sudah menghilang.

Baca juga:  3 Kasus Kekerasan Seksual dengan Korban WNA Diungkap! 3 Pelaku Ditangkap

Raka Sukadana mengatakan, petugas sebenarnya telah menyiapkan langkah penanganan apabila anjing tersebut kembali ditemukan masyarakat. Petugas akan mengamankan anjing dan mengambil sampel otaknya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Seandainya anjing ditemukan kembali oleh masyarakat petugas sudah siap untuk mengambil tindakan lebih lanjut, mengamankan dan mengambil sampel otak anjing. Namun sampai saat ini anjing belum dilaporakan ditemukan,” ungkap Raka Sukadana pada Rabu (9/9).

Sementara itu, tujuh korban yang mengalami gigitan telah diarahkan untuk segera mendapatkan penanganan medis. Petugas meminta para korban mendatangi puskesmas terdekat guna memperoleh penanganan tahap awal sekaligus pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR).

Baca juga:  Gorong-gorong Rusak di Jalur Takmung–Lepang Mulai Ditangani

Berdasarkan informasi dari Perbekel Desa Cemagi, seluruh korban telah mendapatkan pelayanan kesehatan tahap awal dan VAR. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap risiko rabies setelah mengalami gigitan anjing. “Untuk identitas koban satu WNA berasal dari Australia dan sudah balik ke negaranya, sedangkan yang lagi satu kami belum mengetahui identitasnya,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, dr. Bagus Padma Puspita, memastikan seluruh korban telah mendapat penanganan sesuai sesuai prosedur penanganan medis yang berlaku. “Untuk anjingnya masih dicari serta akan dilakukan sampling. Kami bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan serta dibantu aparat di desa,” jelasnya.

Sementara itu, dua korban WNA juga telah mendapatkan penanganan medis. Menurut dr. Bagus Padma, salah satu korban WNA atas permintaan sendiri memilih untuk mendapatkan perawatan lanjutan di rumah sakit swasta, sesuai dengan cakupan asuransi kesehatan yang dimilikinya

Baca juga:  Paslon Wajib Tes Swab, Ini Kata Gubernur Koster

Ia menegaskan masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan. Penanganan terhadap korban telah dilakukan. Berdasarkan pemeriksaan awal, sebagian korban tidak mengalami luka pada lokasi yang tergolong berisiko tinggi. Namun, penanganan dan tindak lanjut tetap dilakukan sesuai hasil penilaian medis

Meski demikian, masyarakat tetap waspada dan apabila mengalami gigitan atau cakaran anjing atau hewan penular rabies, langkah pertama segera mencuci luka dengan sabun di air yang mengalir dan segera ke puskesmas terdekat (rabies center) untuk mendapatkan penanganan kesehatan lebih lanjut. (Parwata/balipost)

BAGIKAN