EVAKUASI - Petugas saat mengevakuasi jasad WNA, RY ditemukan meninggal di vila, Jalan Taman Mertanadi, Lingkungan Taman, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara. (BP/Dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Jasad warga negara Britania Raya berinisial RY (24) usai diautopsi di RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar. Hasilnya, penyebab meninggal korban diduga karena mengalami pendarahan di otak. Korban ditemukan tidak bernyawa di sebuah vila di wilayah Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Badung.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy, Rabu (9/9) mengatakan, autopsi jasad korban dilakukan dr. Hengky. Sedangkan hasil pemeriksaan terhadap tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kondisi lebam mayat yang ditemukan juga masih dalam batas normal.

Baca juga:  Potensi Hujan di 3 Kabupaten, Cek Prakiraan Cuaca Bali Pada 7 April 2026

“Namun hasil pemeriksaan tersebut belum final. Kami dari kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium patologi dan toksikologi untuk memastikan penyebab kematian korban,” tegasnya.

Seperti diberitakan, warga negara asing (WNA) berinisial RY (24) ditemukan meninggal di vila, Jalan Taman Mertanadi, Lingkungan Taman, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Sabtu (29/8) malam. Saat polisi melakukan olah TKP, mulut korban berisi serbuk putih bercampur darah. Selain itu polisi mengamankan 50 bungkus serbuk putih dan dibawa ke Labfor Polda Bali untuk mengetahui kandungan serbuk tersebut. (Kertanegara/balipost)

Baca juga:  Tujuh WNA Diamankan saat Jagratara, Dua Diduga Terlibat Prostitusi

 

BAGIKAN