Korban gigitan anjing mendapatkan perawatan di Puskesmas Sawan. (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Seekor anjing peliharaan menggigit empat warga di Banjar Dinas Kaja Kangin, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan. Peristiwa tersebut terjadi dalam dua hari berturut-turut.

Empat warga yang menjadi korban masing-masing Ketut Labek (77), Wira Putra (27), Ketut Rinten (76), dan Ni Komang Tria Intan Sanjiwani (12). Keempat korban mengalami gigitan saat melintas di gang dekat rumah pemilik anjing.

Pada Senin (5/10), anjing tersebut lebih dahulu menggigit Ketut Labek pada bagian kaki kanan dan Wira Putra pada bagian kaki kanan. Kedua korban kemudian mendapatkan penanganan di Puskesmas Sawan 1, termasuk perawatan luka dan vaksin anti-rabies (VAR) dosis pertama.

Baca juga:  Diserang Anjing, Dua Bocah Dirawat Intensif

Sehari kemudian, Selasa (6/10), anjing kembali menggigit dua warga. Ketut Rinten mengalami gigitan pada bagian kaki kiri dan tangan kanan, sedangkan Ni Komang Tria Intan Sanjiwani mengalami gigitan pada bagian betis kiri. Kedua korban selanjutnya mendapatkan perawatan di RSUD Giri Emas dan menerima VAR dosis pertama.

Berdasarkan informasi yang diterima, anjing tersebut merupakan anjing berpemilik atas nama Made Jana dan telah dipelihara sekitar empat tahun. Saat kejadian, anjing menggigit korban tanpa adanya provokasi ketika warga melintas di gang sekitar rumah pemilik.

Setelah menerima laporan, Tim TISIRA Desa Sudaji melakukan pencarian terhadap anjing tersebut. Pihak desa kemudian menginformasikan bahwa anjing akan dieliminasi karena telah menggigit warga. Sekitar pukul 17.30 WITA, anjing tersebut berhasil ditemukan dan dieliminasi. Selanjutnya, Dokter Hewan Puskeswan Kecamatan Sawan melakukan pengambilan sampel otak anjing untuk pemeriksaan laboratorium.

Baca juga:  Pedagang di Pantai Petitenget Perlu Ditata

Sampel tersebut kemudian dikirim ke Balai Besar Veteriner Denpasar pada Rabu (7/10). Hingga kini, hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu.

Perbekel Desa Sudaji, I Made Ngurah Fajar Kurniawan dikonfirmasi Rabu (7/10) mengatakan kasus gigitan tersebut menjadi perhatian pemerintah desa. Ia menyebut kejadian berlangsung dalam dua hari dengan lokasi korban yang berada di sekitar lingkungan tempat anjing dipelihara.

Menurut Fajar, penanganan terhadap korban telah dilakukan sesuai prosedur. Pihak desa juga berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan untuk menindaklanjuti kasus tersebut dan melakukan pemantauan terhadap kemungkinan adanya anjing lain yang berkontak.

Baca juga:  Pelabuhan Gilimanuk Ditata, ASDP akan Relokasi Pedagang di Areal Parkir Dermaga LCM

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan penanganan terhadap korban gigitan telah dilakukan sesuai SOP. Korban telah dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan luka dan vaksinasi.

Melandrat mengatakan sampel otak anjing telah diambil dan dikirim untuk pemeriksaan. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi dasar untuk memastikan kondisi anjing yang telah menggigit empat warga tersebut.

“Anjing yang menggigit ini merupakan anjing peliharaan. Sampel otak sudah diambil, sekarang tinggal menunggu hasil tes,” kata Melandrat. (Yudha/balipost)

BAGIKAN