Vaksinasi rabies di Badung. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Populasi anjing di Kabupaten Badung diperkirakan mencapai 95.000 ekor. Namun cakupan vaksinasi rabies baru menyentuh 78,66 persen.

Meski selama dua bulan terakhir tidak ada laporan gigitan anjing yang diduga rabies, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Badung tetap melanjutkan vaksinasi hingga akhir tahun untuk mengantisipasi potensi penyebaran rabies.

Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung mencatat populasi anjing terus meningkat sekitar 2 hingga 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini membuat pemerataan vaksinasi menjadi perhatian, terutama di kecamatan dengan populasi anjing yang tinggi.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disperpa Badung, drh. I Gusti Ngurah Narendra Putra, menyampaikan peningkatan populasi tersebut berdasarkan estimasi yang dimiliki instansinya. “Dari estimasi yang ada, populasi anjing di Badung meningkat sekitar 2 sampai 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (14/10).

Baca juga:  Hari Ini, Tambahan Kasus COVID-19 Nasional Hampir Dua Ribu Orang

Berdasarkan data Disperpa, Kecamatan Mengwi mencatat populasi anjing terbanyak, yakni 26.635 ekor. Posisi berikutnya ditempati Kuta Selatan dengan 24.433 ekor, Abiansemal 17.051 ekor, Kuta Utara 15.636 ekor, Petang 6.331 ekor, dan Kuta 4.914 ekor.

Dengan cakupan vaksinasi 78,66 persen dari estimasi populasi 95.000 ekor, sekitar 74.727 ekor anjing telah tercakup vaksinasi. Sementara itu, sekitar 20.273 ekor lainnya belum tercakup berdasarkan estimasi tersebut. “Vaksinasi ini terus kami dilakukan sampai saat ini, meski program yang bersifat massalnya sudah berakhir pada Juni lalu,” sebutnya.

Untuk mendukung pengendalian rabies, Disperpa Badung sebelumnya menyiapkan 115.000 dosis vaksin. Sebanyak 75.000 dosis bersumber dari pengadaan Pemerintah Kabupaten Badung, sedangkan 40.000 dosis lainnya merupakan bantuan Pemerintah Provinsi Bali.

Baca juga:  Gianyar Tambah 10 Kasus Positif COVID-19, Ini Klasternya

Vaksinasi massal berlangsung pada April hingga Juli. Namun, Disperpa tetap membuka pelayanan vaksinasi sampai akhir tahun guna memenuhi kebutuhan di lapangan, khususnya ketika muncul laporan gigitan anjing atau indikasi penyebaran rabies di suatu wilayah.

“Pelayanan tetap kami lanjutkan sampai akhir tahun, terutama untuk mengantisipasi kondisi darurat, seperti laporan gigitan anjing maupun indikasi penyebaran rabies di suatu wilayah,” jelasnya.

Narendra mengungkapkan, tidak adanya laporan gigitan anjing yang diduga rabies selama dua bulan terakhir bukan berarti risiko penularan telah hilang sepenuhnya. Karena itu, vaksinasi dan pemantauan populasi anjing tetap diperlukan secara berkelanjutan.

Baca juga:  Lagi, Pegawai Bank Dijemput Tim Medis COVID-19

Mengwi dan Kuta Selatan menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian karena memiliki total estimasi populasi 51.068 ekor anjing. Jumlah tersebut mencakup lebih dari separuh estimasi populasi anjing di Badung.

Disperpa pun terus mendorong pemerataan vaksinasi serta penanganan laporan masyarakat agar perlindungan terhadap hewan dan manusia semakin optimal. “Pemerataan vaksinasi dan penanganan laporan masyarakat secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga cakupan perlindungan serta mengantisipasi potensi penyebaran rabies di Badung,” ungkapnya.

Upaya tersebut kata Narendra Putra diharapkan mampu menjaga situasi rabies tetap terkendali sekaligus meningkatkan perlindungan masyarakat dari risiko gigitan anjing yang berpotensi menularkan rabies. (Parwata/balipost)

BAGIKAN