
SINGASANA, BALIPOST.com – Antrean bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Sanggulan, desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, mencapai sekitar 1 kilometer pada Kamis (15/10). Mengantisipasi dampak antrean panjang terhadap kesehatan dan kelancaran lalu lintas, Polres Tabanan turun langsung memberikan pemeriksaan kesehatan, vitamin gratis, dan air mineral kepada masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 10.30 WITA tersebut dipimpin Wakapolres Tabanan Kompol I Ketut Tomiyasa, S.H., M.H., bersama personel gabungan dari Binmas, Samapta, Satuan Lalu Lintas, Dokkes, dan Humas Polres Tabanan.
Berdasarkan pemantauan petugas, antrean kendaraan roda dua membentang sekitar 1 kilometer, sedangkan kendaraan roda empat mencapai kurang lebih 500 meter. Antrean terlihat dari kawasan Banjar Anyar Simpang Rindam, depan SPBU, hingga arah Perumahan Sanggulan.
Kondisi ini tentunya sangat menjadi perhatian pihak kepolisian, terutama untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi. Personel Satlantas bersama Samapta dikerahkan untuk mengatur kendaraan serta mengurai kemacetan agar situasi tetap aman dan tertib.
Selain melakukan pengaturan lalu lintas, personel Dokkes memberikan pemeriksaan kesehatan terbatas kepada warga yang mengantre. Petugas juga membagikan vitamin dan air mineral gratis serta mengimbau masyarakat agar menjaga kondisi tubuh selama menunggu giliran mengisi BBM.
“Kami hadir untuk memberikan pelayanan dan memastikan masyarakat tetap merasa aman serta nyaman di tengah antrean BBM. Selain membantu kelancaran lalu lintas, kami juga memberikan perhatian terhadap kesehatan warga yang harus menunggu cukup lama,” ujar Kompol I Ketut Tomiyasa.
Sebanyak 25 personel terlibat langsung dalam kegiatan pelayanan di SPBU Sanggulan. Sementara itu, sebanyak 125 personel disiagakan di lima titik SPBU di wilayah hukum Polres Tabanan untuk mendukung pelayanan dan pengamanan di tengah antrean BBM.
Tomiyasa menegaskan, kepolisian akan terus mengedepankan pelayanan yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kehadiran polisi tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tertib saat mengantre, mengikuti arahan petugas, serta menjaga kesehatan dan keselamatan. Kami juga berupaya mengatur arus kendaraan agar tidak menimbulkan kemacetan yang lebih panjang,” imbuhnya.
Masyarakat tentunya sangat menyambut positif pelayanan tersebut karena dinilai membantu warga yang harus menunggu cukup lama. Kehadiran petugas di lapangan juga diharapkan dapat menjaga situasi tetap kondusif selama antrean BBM berlangsung. (Dewi Puspawati/balipost)










