Beberapa wisatawan mancanegara (wisman) melihat-lihat sekitaran Jalan Kartika, Kuta, Badung. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali tercatat menunjukkan penurunan. Sepanjang Januari-Agustus 2026, jumlah kunjungan wisman langsung ke Bali tercatat 4.586.959 kunjungan, turun 1,62% dibandingkan periode yang sama 2025.

Penurunan juga terlihat pada Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat sebanyak 685.994 kunjungan wisman langsung ke Bali, turun 1,69% dibandingkan Juli 2026.

Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan mengatakan kondisi tersebut turut dipengaruhi kalender liburan di masing-masing negara. Berdasarkan informasi media, di Australia itu libur sekolah telah berakhir di bulan Agustus yang lalu. Namun sebaliknya, di Prancis ternyata ada liburan musim panas.

Agus di Denpasar menjelaskan hampir seluruh kedatangan wisman melalui jalur udara, yakni 685.956 kunjungan. Sementara kedatangan melalui pintu masuk laut hanya tercatat 38 kunjungan.

Baca juga:  Kunjungan Wisman pada April Didominasi Negara Ini

Ia menyebutkan, Australia masih menjadi pasar utama Bali. Pada Januari-Agustus 2026, wisman pemegang paspor Australia mencapai 1.138.634 kunjungan.

Khusus Agustus, Australia juga menjadi negara asal wisman terbanyak dengan 161.258 kunjungan. Posisi berikutnya ditempati Tiongkok 57.613 kunjungan, Prancis 41.937 kunjungan, India 34.830 kunjungan, dan Inggris 32.928 kunjungan.

Komposisi negara asal wisman yang berkunjung ke Bali mengalami perubahan. Wisatawan asal Prancis menyalip wisatawan India dan menempati posisi ketiga negara penyumbang kunjungan wisman terbanyak ke Bali pada Agustus 2026. Dari 10 besar negara asal wisman, peningkatan bulanan tertinggi terjadi pada wisman pemegang paspor Italia yang melonjak 155,99% dibandingkan Juli 2026.

Di sisi akomodasi, tekanan terlihat dari tingkat penghunian kamar (TPK) yang masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga:  Inflasi Bali Capai 0,71 Persen pada Juni 2026, Ini 2 Faktor Pemicunya

TPK hotel berbintang pada Agustus 2026 tercatat 68,19%, naik 0,90 poin persentase dibandingkan Juli yang sebesar 67,29%. Namun secara tahunan, angka tersebut masih turun 1,34 poin persentase dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 69,54%.

“Penurunan tahunan terdalam terjadi pada hotel bintang satu yang mencapai 14,74 poin persentase. Sebaliknya, hotel bintang dua mencatat kenaikan TPK tertinggi sebesar 1,04 poin persentase,” paparnya.

Durasi tinggal wisatawan juga mengalami penurunan. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia di hotel berbintang pada Agustus 2026 hanya 2,77 malam, turun dari 2,83 malam pada Juli dan turun 0,14 poin dibandingkan Agustus 2025.

Tamu asing masih memiliki rata-rata lama menginap lebih panjang, yakni 2,93 malam, dibandingkan tamu Indonesia yang mencapai 2,46 malam.

Tekanan lebih besar terlihat pada akomodasi nonbintang. TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya pada Agustus mencapai 43,16%, naik tipis 0,63 poin dibandingkan Juli. Namun secara tahunan anjlok 7,10 poin dari 50,26% pada Agustus 2025.

Baca juga:  Harga Beras di Bali Capai Rp11.650 Per Kilogram

“Rata-rata lama menginap di segmen ini juga turun menjadi 2,15 malam dari 2,53 malam pada Agustus 2025,” ujarnya.

Secara gabungan hotel berbintang serta nonbintang dan akomodasi lainnya, TPK Bali pada Agustus 2026 tercatat 57,06%.

Agus mengatakan, secara umum pola kedatangan wisman Bali pada 2026 masih tidak jauh berbeda dengan pola dua tahun sebelumnya. Setelah mengalami peningkatan sejak Maret, capaian pada Juli dan Agustus mulai kembali berada di atas periode yang sama tahun sebelumnya.

“Harapannya tentu di bulan-bulan selanjutnya mampu melampaui capaian di tahun sebelumnya,” katanya. (Suardika/balipost)

BAGIKAN