
DENPASAR, BALIPOST.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk di Bali pada Maret 2026 mengalami kenaikan tipis dibandingkan September 2025. Meski demikian, tingkat ketimpangan di Pulau Dewata masih tergolong rendah berdasarkan indikator Bank Dunia.
Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar mengatakan, gini ratio Bali pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,342, meningkat 0,009 poin dibandingkan September 2025 yang sebesar 0,333. Namun, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 0,353.
“Secara tahunan, ketimpangan pengeluaran di Bali mengalami perbaikan, meskipun dibandingkan semester sebelumnya terjadi kenaikan tipis,” ujarnya.
Berdasarkan wilayah, gini ratio di kawasan perkotaan pada Maret 2026 tercatat 0,340, naik 0,002 poin dibandingkan September 2025, tetapi turun 0,012 poin dibandingkan Maret 2025.
Sementara itu, gini ratio di perdesaan mencapai 0,281, meningkat 0,012 poin dibandingkan September 2025 dan naik 0,004 poin dibandingkan Maret 2025. Hal ini menunjukkan ketimpangan di wilayah perdesaan sedikit meningkat dibandingkan enam bulan maupun satu tahun sebelumnya.
Meski demikian, berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran penduduk Bali masih berada dalam kategori ketimpangan rendah. Hal itu terlihat dari porsi pengeluaran kelompok 40 persen penduduk berpengeluaran terbawah yang mencapai 19,58 persen, atau berada di atas ambang batas 17 persen yang menjadi indikator ketimpangan rendah.
Di wilayah perkotaan, kelompok 40 persen terbawah menikmati 19,67 persen dari total pengeluaran, sedangkan di perdesaan mencapai 22,54 persen. Kedua capaian tersebut juga masuk dalam kategori ketimpangan rendah menurut kriteria Bank Dunia.
BPS menjelaskan, menurut standar Bank Dunia, ketimpangan dikategorikan tinggi apabila porsi pengeluaran kelompok 40 persen terbawah kurang dari 12 persen, sedang apabila berada di kisaran 12–17 persen, dan rendah apabila melebihi 17 persen.
Dengan capaian tersebut, BPS menilai distribusi pengeluaran masyarakat Bali masih relatif merata meskipun terdapat sedikit kenaikan ketimpangan berdasarkan indikator gini ratio pada semester pertama 2026. (Suardika/balipost)









