Wisatawan mancanegara (wisman) bersepeda menyusuri jogging track sambil melihat-lihat suasana di Pantai Mertasari, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kinerja sektor pariwisata Bali pada 2026 terus menunjukkan tren positif. Hingga 23 Juli 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Dewata telah mencapai sekitar 3,7 juta orang. Selain mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kualitas wisatawan yang datang juga dinilai semakin baik.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, mengatakan kunjungan wisman sepanjang tahun ini masih didominasi wisatawan asal Australia, India, dan China. Ketiga negara tersebut menjadi penyumbang terbesar kunjungan internasional ke Bali.

“Data kunjungan hingga 23 Juli 2026 sudah mencapai sekitar 3,7 juta wisatawan asing. Australia masih menjadi pasar terbesar, disusul India dan China,” ujarnya, Senin (27/7).

Baca juga:  Dari I Gusti Made Oka akan Diaben 21 Februari hingga Shortcut Singaraja-Mengwitani

Peningkatan kunjungan tersebut juga berdampak terhadap penerimaan Pungutan Wisatawan Asing (PWA). Hingga 26 Juli 2026, realisasi PWA telah mencapai Rp208 miliar.

Menurut Sumarajaya, capaian tersebut menunjukkan percepatan yang cukup signifikan. Sebab, hingga 23 Juli 2026, penerimaan PWA masih berada di kisaran Rp203 miliar. Artinya, hanya dalam waktu sekitar tiga hari, tambahan penerimaan mencapai sekitar Rp3 miliar.

“Penerimaan PWA terus bertambah seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Bali pada musim liburan,” katanya.

Ia menjelaskan, peningkatan kunjungan mulai terlihat memasuki high season pada Juni dan Juli 2026. Berdasarkan data sementara, jumlah kunjungan wisman pada Juni meningkat sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Baca juga:  Minta Uang Keamanan, Dua Anggota Ormas Diciduk Tim Saber Pungli

Sebelum memasuki musim liburan, rata-rata kunjungan wisman ke Bali berada di kisaran 18 ribu orang per hari. Namun selama Juni hingga Juli, angka tersebut meningkat menjadi sekitar 20 ribu hingga 24 ribu orang per hari. Bahkan pada beberapa hari tertentu, jumlah kedatangan sempat menembus 25 ribu wisatawan per hari.

“Peningkatan kunjungan paling terasa saat high season. Rata-rata harian yang sebelumnya sekitar 18 ribu meningkat menjadi 20 hingga 24 ribu wisatawan, bahkan pernah mencapai 25 ribu orang dalam sehari,” jelasnya.

Selain jumlah kunjungan yang meningkat, kualitas wisatawan juga dinilai semakin baik. Hal itu terlihat dari pola belanja dan pilihan akomodasi wisatawan selama berada di Bali.

Baca juga:  Menkop Serahkan Penghargaan ke 20 Wirausaha Muda Bali

Salah satu indikatornya adalah tingginya tingkat hunian hotel berbintang. Menurut Sumarajaya, rata-rata okupansi hotel berbintang di Bali selama musim liburan berada di atas 70 persen, menandakan wisatawan yang datang memiliki daya beli yang relatif baik.

“Kami melihat wisatawan yang datang semakin berkualitas. Salah satu indikatornya, banyak yang memilih menginap di hotel berbintang dengan tingkat okupansi rata-rata di atas 70 persen,” ungkapnya.

Pihaknya berharap tren positif tersebut dapat terus dipertahankan hingga akhir tahun 2026. Selain meningkatkan jumlah kunjungan, pemerintah juga terus mendorong optimalisasi Pungutan Wisatawan Asing sebagai sumber pendanaan untuk pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, serta peningkatan kualitas destinasi wisata di Bali. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN