
DENPASAR, BALIPOST.com – Koran Bali Post pada hari ini, Kamis (10/9) menerbitkan beragam berita yang terjadi di seputar Bali dan Indonesia.
Dari BWS Bali-Penida sebut tinggi muka air sungai turun tajam hingga setahun banjir bandang Sarbagita.
Berikut 5 berita yang disajikan Koran Bali Post pada hari ini:
1. BWS Bali-Penida Sebut Tinggi Muka Air Sungai Turun Tajam
Denpasar (Bali Post) –
Kondisi musim kemarau di Bali mulai terlihat jelas dari penurunan tinggi muka air
(TMA) sejumlah sungai dibandingkan rata-rata pada musim hujan.
Penurunan paling tajam terjadi di Tukad Yeh Mawa, Kabupaten Tabanan yang mencapai 98 persen.
2. Gubernur Koster Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Karbon dan Biodiversitas di Bali
Mangupura (Bali Post) –
Pemerintah Provinsi Bali mulai mengarahkan aksi iklim tidak hanya sebagai upaya menekan emisi dan menjaga lingkungan, tetapi juga sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Potensi karbon dan keanekaragaman hayati Bali dinilai dapat dikembangkan menjadi aset ekonomi hijau dengan tetap berpijak pada kearifan lokal.
3. Pencarian Lima Wartawan Hilang di Selat Sunda Dioptimalkan
Jakarta (Bali Post) –
Upaya pencarian lima wartawan yang hilang di Selat Sunda terus dioptimalkan.
Operasi SAR terus diperluas. Sedangkan Upaya pencarian lewat udara terus dimatangkan.
Kelima jurnalis tersebut, yakni M. Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA Biro
Banten), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (kantor berita Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas).
Mereka hilang kontak bersama tiga kru kapal cepat Arupadhatu 1.
4. Anggaran BPBD Bali Turun Jadi Rp21 Miliar
Denpasar (Bali Post) –
Pagu anggaran Badan Daerah (BPBD) Provinsi Bali untuk 2027 diproyeksikan sekitar Rp21 miliar.
Angka tersebut menurun dibandingkan pagu 2026 yang mencapai Rp24,8 miliar.
5. Setahun Banjir Bandang Sarbagita, Walhi dan Tim Advokasi Lingkungan Serukan Stop Alih Fungsi Lahan
Denpasar (Bali Post) –
Banjir Bandang yang terjadi di dilanda curah hujan tinggi pada kisaran 50-150 mm.
Pada 9-10 September 2025, Stasiun BMKG Ngurah Rai (kode WMO 97230) mencatat curah hujan 99 mm dalam 24 jam, dipicu oleh gelombang equatorial Rossby yang membawa awan konveksi. (*)










