Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore (9/9) ditutup melemah, dipicu oleh naiknya harga minyak mentah di dunia.

IHSG ditutup melemah 8,24 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.678,20. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,33 poin atau 0,20 persen ke posisi 664,25.

“Bursa Asia di dominasi pelemahan seiring harga minyak kembali naik di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dikutip dari Kantor Berita Antara.

Dalam perkembangan terbaru, Iran menyatakan telah menyerang dua kapal Amerika Serikat (AS) dan delapan kapal tanker minyak di Teluk, sebagai aksi balasan atas serangan AS terhadap lima kapal tanker Iran di dekat Pulau Kharg.

Baca juga:  Menteri LH Ingatkan Danone: Ikuti Arahan Gubernur Koster

Harga minyak mentah global mengalami kenaikan dengan jenis Brent telah menyentuh level 100 dolar AS per barel, dan jenis WTI telah menyentuh level 95 dolar AS per barel.

Di sisi lain, para pelaku pasar juga bersiap menghadapi keputusan kebijakan European Central Bank (ECB) pada Kamis (10/9) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Dari dalam negeri, pelaku pasar masih berhati-hati menjelang rilis data penjualan ritel Juli 2026 pada Kamis (10/9), setelah data penjualan ritel Juni mencatat penurunan selama tiga bulan berturut-turut.

Namun demikian, Nico mengatakan pelemahan IHSG terbatas setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap solid pada kuartal III dan IV meskipun terjadi sejumlah bencana alam baru-baru ini.

Baca juga:  Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF U-17

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat, yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 2,19 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor barang baku yang naik masing-masing sebesar 0,89 persen dan 0,73 persen.

Sedangkan enam sektor melemah, yaitu sektor kesehatan yang turun paling dalam sebesar 1,47 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen nonprimer dan sektor teknologi yang turun masing-masing sebesar 1,18 persen dan 0,97 persen.

Baca juga:  Hostel di Gili Trawangan yang Terbakar, Hanguskan 36 Kamar

Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar, yaitu DPUM, SPAX, ESTI, KOKA, dan MSJA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar, yakni MEDS, UDNG, LUCY, NATO dan PPRI.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.147.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,53 miliar lembar saham senilai Rp16,13 triliun. Sebanyak 325 saham naik, 337 saham menurun dan 301 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini, antara lain indeks Nikkei melemah 0,19 persen ke 65.146,00, indeks Shanghai menguat 0,28 persen ke 3.951,51, indeks Hang Seng melemah 0,17 persen ke 25.274,96, indeks Kospi menguat 1,40 persen ke 7.051,64, dan indeks Straits Times melemah 0,66 persen ke 5.729,63. (kmb/balipost)

BAGIKAN