Seorang warga memancing ikan di aliran Tukad Badung, Pemecutan Kaja, Denpasar, Rabu (9/9). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kondisi musim kemarau di Bali mulai terlihat jelas dari penurunan tinggi muka air (TMA) sejumlah sungai dibandingkan rata-rata pada musim hujan. Berdasarkan data hidrologi hingga Agustus 2026 yang dirilis pada Selasa (8/9), penurunan paling tajam terjadi di Tukad Yeh Mawa, Kabupaten Tabanan, yang mencapai 98 persen.

Data perbandingan ketinggian muka air musim hujan dan musim kemarau tersebut mencatat kondisi TMA pada 20 titik sungai di enam kabupaten, yakni Gianyar, Tabanan, Jembrana, Karangasem, Klungkung, dan Badung. Data merupakan hasil pengumpulan dan pengolahan data hidrologi sampai dengan Agustus 2026 dan masih dapat diperbarui seiring pengukuran berikutnya.

Di Tabanan, selain Tukad Yeh Mawa, penurunan TMA juga terjadi di Tukad Balian sebesar 33 persen, Tukad Yeh Aba 21 persen, Tukad Yeh Otan 41 persen, serta Tukad Yeh Sungi 8 persen. TMA rata-rata Tukad Yeh Mawa yang pada musim hujan tercatat 0,409 meter, turun menjadi hanya 0,008 meter pada musim kemarau.

Baca juga:  Diageo Perluas Fasilitas Pabrik di Tabanan, Hadirkan Rumah Nyambu Sustainability Hub

Penurunan cukup signifikan juga terlihat di Jembrana. Tukad Yeh Embang mengalami penurunan 72 persen, dari rata-rata TMA musim hujan 0,757 meter menjadi 0,212 meter. Sementara Tukad Yeh Sumbul turun 63 persen, dari 0,416 meter menjadi 0,152 meter.

Sementara itu, di Badung, Tukad Badung Hulu mengalami penurunan TMA 58 persen, dari 0,296 meter pada musim hujan menjadi 0,125 meter pada musim kemarau. Tukad Ayung Hilir mengalami penurunan 14 persen, dari 1,321 meter menjadi 1,141 meter.

Di Gianyar, penurunan TMA tercatat pada Tukad Petanu Hulu sebesar 37 persen, Tukad Oos 36 persen, dan Tukad Petanu Hilir 19 persen. Sedangkan Tukad Pakerisan hanya mengalami penurunan sekitar 1 persen, dari 0,855 meter menjadi 0,851 meter.

Di Klungkung, TMA Tukad Banyu­mala turun 20 persen, Tukad Unda 9 persen, dan Tukad Daya Sawan 9 persen. Adapun di Karangasem, Tukad Telaga Waja mengalami penurunan sebesar 19 persen, dari 1,410 meter menjadi 1,143 meter.

Menariknya, tidak seluruh sungai mengalami penurunan dengan persentase besar. Di Jembrana, Tukad Melaya tercatat hanya turun 4 persen, dari 0,394 meter menjadi 0,379 meter. Tukad Sangiang Gede turun 14 persen, dari 0,624 meter menjadi 0,536 meter.

Baca juga:  Bawaslu Tabanan Hentikan Dua Laporan Dugaan Intimidasi Kampanye

PPK PSDA BWS BWS Bali-Penida, Asep Yusuf, Rabu (9/9), mengatakan penurunan TMA tersebut sejalan dengan kondisi iklim Bali yang masih berada dalam periode kemarau. Kondisi ini perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan dan pemantauan ketersediaan air, khususnya selama periode musim kemarau.

Dengan kondisi TMA sejumlah sungai yang terus menurun, dikatakan, pengelolaan sumber daya air menjadi semakin penting. Terlebih, musim kemarau 2026 diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa waktu ke depan dan fenomena El Nino berpotensi mempertahankan kondisi lebih kering dari normal.

Sementara itu, BMKG Stasiun Klimatologi Bali pada 8 September 2026 memprakirakan curah hujan September umumnya hanya 1–50 mm dengan sifat hujan dominan bawah normal. Kondisi kering juga diprakirakan masih berlanjut pada Oktober, sebelum peluang hujan mulai meningkat pada November.

BPBD Bali sebelumnya juga mengingatkan bahwa Bali telah memasuki periode musim kemarau pada awal September. Pada periode 1–10 September, terdapat peringatan dini kekeringan meteorologis dan masyarakat diminta menghemat penggunaan air.

Baca juga:  Satpol PP Tertibkan Pembangunan Vila di Desa Mas dan Pejeng Kawan

Kondisi ini menjadi perhatian karena penurunan ketersediaan air tidak hanya berdampak terhadap kebutuhan masyarakat, tetapi juga sektor pertanian. BPBD Bali mencatat dampak kekeringan pada 2026 telah terjadi di sejumlah kabupaten dan distribusi air bersih telah dilakukan ke wilayah terdampak. (Ketut Winata/balipost)

Data TMA Musim Hujan vs Kemarau:

  • Tukad Yeh Mawa, Tabanan: 0,409 m → 0,008 m (turun 98%).
  • Tukad Yeh Embang, Jembrana: 0,757 m → 0,212 m (turun 72%).
  • Tukad Yeh Sumbul, Jembrana: 0,416 m → 0,152 m (turun 63%).
  • Tukad Badung Hulu, Badung: 0,296 m → 0,125 m (turun 58%).
  • Tukad Yeh Otan, Tabanan: 0,930 m → 0,551 m (turun 41%).
  • Tukad Petanu Hulu, Gianyar: 0,689 m → 0,433 m (turun 37%).
  • Tukad Oos, Gianyar: 0,625 m → 0,400 m (turun 36%).
  • Tukad Balian, Tabanan: 1,280 m → 0,861 m (turun 33%).

BAGIKAN