Petugas damkar melakukan pemadaman api di lahan hutan Kintamani, Sabtu (13/9) (BP/istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta menyetujui desakan sejumlah pihak terkait penempatan armada pemadam kebakaran (damkar) di Kecamatan Kintamani. Mengingat tingginya potensi kebakaran, terutama saat musim kemarau panjang, Sedana Arta menilai keberadaan pos dan armada damkar di Kintamani memang sangat diperlukan.

Sedana Arta mengatakan bahwa wacana penempatan damkar di Kintamani sejatinya sudah bergulir sejak beberapa tahun terakhir. Pihaknya mendukung penuh langkah tersebut dan akan segera berkoordinasi dengan OPD terkait. “Wacana seperti itu sudah dari beberapa tahun terakhir dan memang sangat diperlukan sekali. Tentu kami setuju dengan hal itu. Mudah-mudahan damkar bisa menindaklanjuti,” ujar Sedana Arta, Jumat (25/9).

Baca juga:  Geopark Development to Increase Economics Level

Untuk merealisasikannya, Sedana Arta mengatakan bahwa dirinya akan segera memanggil pihak damkar guna mengecek kesiapan staf serta kondisi armada yang layak pakai. “Sebentar saya akan panggil damkar. Berapa mobil yang bagus. Kalau bisa satu unit segera, pasti kita akan tindaklanjuti, termasuk kesiapan stafnya,” tegasnya.

Mengenai lokasi penempatan armada, Sedana Arta menjelaskan bahwa tidak ada kendala terkait lahan. Menurutnya, ada beberapa lokasi yang bisa dimanfaatkan untuk penempatan armada damkar antara lain di area Kantor Camat Kintamani, Pasar Seni Geopark, atau area Dermaga Kedisan.

Baca juga:  Delegasi GPDRR Kunjungi Obyek Wisata di Bangli, Polisi Kerahkan Ratusan Personel

Sedana Arta juga mengungkapkan bahwa Pemkab Bangli telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta BKSDA, untuk memperkuat mitigasi kebakaran di kawasan hutan Kintamani antara lain dengan penyediaan damkar serta pembangunan beberapa embung. Dia berharap sinergisitas ini bisa terwujud.

“Misal kementerian support 1-2 unit damkar dan embung dibuatkan. Sehingga ketika terjadi kebakaran, apalagi di musim kemarau panjang seperti sekarang, penanganannya bisa lebih cepat,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Soal Hotel Diminta Tangani Sampahnya, Ini Kata Ketua PHRI Bali
BAGIKAN