Dinsos Denpasar saat melakukan penanganan korban kebakaran di Jalan Siulan, Denpasar. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kebakaran yang terjadi di Jalan Siulan, Gang Nusa Indah, Denpasar Timur, Selasa (15/9), langsung ditindaklanjuti Dinas Sosial (Dinsos) Kota Denpasar. Pihak Dinsos mencatat ada 6 KK yang terdampak.

Dinsos pun telah melakukan asesment serta memberikan bantuan yang tepat sasaran kepada warga terdampak.

Kepala Dinas Sosial, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati, Rabu (16/9) mengatakan melalui Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) bersama Tagana Kota Denpasar langsung turun setelah terjadi kebakaran untuk melakukan asesmen. “Kami langsung gerak cepat melakukan asesmen untuk mengumpulkan data, yang kena dampak korban kebakaran,” ujar Laxmy.

Baca juga:  Anggota Jaringan Surabaya Ditangkap, Sekilo SS Diamankan

Menurutnya, asesmen menjadi protap penting sebelum memberikan bantuan kepada korban kebakaran. Sehingga bantuan yang diberikan tepat sesuai kebutuhan korban.

Berdasarkan hasil asesmen kata Laxmy, warga terdampak dalam kebakaran tersebut sebanyak 6 KK yang terdiri dari 20 jiwa diantaranya 12 orang dewasa dan 8 orang anak-anak. Selain itu dalam insiden tersebut, 1 orang mengalami luka bakar dan 2 orang mengalami sesak napas. Semua korban luka telah ditangani oleh tim kesehatan.

Baca juga:  Ditemukan, Tas Isi Mayat Orok Tersangkut Jaring Sampah di Tukad Badung

Terhadap warga terdampak, pihaknya telah menyerahkan bantuan berupa kasur lipat sebanyak 20 buah, family kit 12 buah dan kid wear 8 buah. “Penyerahan bantuan sudah kami lakukan malam kemarin. Langsung,” katanya.

Selain itu, Dinsos Denpasar juga melakukan koordinasi terkait tempat tinggal sementara warga terdampak dengan aparat desa setempat. Lebih lanjut Laxmy kejadian tersebut telah mengakibatkan terbakarnya 5 unit sepeda motor, 1 rumah terbakar serta 1 bengkel terbakar.

Baca juga:  Warga ke PKB Meningkat, Jalan Hayam Wuruk dan Sekitarnya Macet

Pemberian bantuan ini, kata Laxmy, tidak terlepas dari koordinasi dan komunikasi yang baik dengan perangkat daerah terkait seperti BPBD, Dinas Kebakaran, Dinas Kesehatan, PMI, kecamatan dan desa setempat. Dengan itu dalam memberikan pelayanan bisa lebih mudah dan cepat. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN