
DENPASAR, BALIPOST.com – Pascameninggalnya korban pengeroyokan di mess proyek, Lingkungan Sawangan, Desa Benoa, Kuta Selatan, Badung, AW, yang sempat mendapat perawatan di RSUP Prof. Ngoerah, terduga pelaku yang diamankan bertambah.
Sebelumnya polisi menyebut 11 orang diamankan. Namun setelah melakukan penyelidikan ada 2 lagi diamankan. Saat ini para terduga pelaku tersebut diperiksa intensif.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Sabtu (12/9) menyampaikan penyelidikan kasus ini dipimpin Kasatreskrim Kompol Agus Riwayanto Diputro dan Kapolsek Kutsel Kompol Muhammad Said Husen.
“Tim Unit Reskrim Polsek Kutsel dan Unit 1 Jatanras Polresta Denpasar mengamankan 13 orang laki-laki yang diduga pelaku tindak pidana pengeroyokan,” ujarnya.
Terduga pelaku menyerang korban secara beramai-ramai dalam jumlah yang banyak. Tidak hanya menggunakan tangan kosong atau menendang, tetapi juga menggunakan alat serta benda berbahaya.
Kronologi penangkapannya, Iptu Adi menjelaskan berdasarkan laporan tersebut mendatangi dan olah TKP. Petugas melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan 13 laki-laki diduga terlibat pengeroyokan para korban.
“Terduga pelaku beserta barang bukti yang digunakan untuk mengeroyok korban berhasil dibawa ke Polresta Denpasar guna proses lebih lanjut,” ucapnya.
Petugas mengamankan barang bukti satu pisau, dua potongan besi, batako, ember dan kayu.
Hasil penyelidikan, mantan Kanitreskrim Polsek Mengwi ini menjelaskan keributan terjadi di mess buruh, Minggu (6/9) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.00 WITA tersebut melibatkan sejumlah buruh dan petugas keamanan hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia dan beberapa orang mengalami luka-luka.
Berdasarkan hasil keterangan saksi-saksi, keributan berawal saat petugas keamanan berinisial IKTR patroli di area bedeng buruh. Petugas kemudian mendengar suara pukulan pada dinding seng di sekitar toilet dan menegur salah seorang pekerja.
Teguran tersebut berkembang menjadi cekcok hingga situasi memanas. Tak lama kemudian, seorang pekerja lain diduga datang dari lantai II dengan membawa pisau dan menodongkannya kepada petugas keamanan. Aksi tersebut kemudian memicu keributan yang melibatkan sejumlah orang di lokasi. (Kerta Negara/balipost)










