Enam subak di Petang, Badung, terdampak kekeringan. Pemkab Badung mengerahkan tiga truk tangki dan pompa untuk memasok air irigasi darurat. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan pembangunan sumur bor untuk memperkuat pasokan air irigasi bagi lahan pertanian yang terdampak kekeringan di Kecamatan Petang. Langkah ini disiapkan sebagai solusi jangka menengah dan panjang untuk mengatasi keterbatasan debit serta distribusi air irigasi yang belum mampu menjangkau seluruh areal persawahan.

Rencana pembangunan sumur bor tersebut mencuat dalam pertemuan di Balai Subak Bergiding, Desa Pangsan, Petang, Rabu (9/9). Pertemuan membahas kondisi kekurangan air yang dialami enam subak, terutama lahan pertanian di bagian hilir. Enam subak yang terdampak yakni Subak Bergiding, Subak Penglumbaran, Subak Buangga, serta Subak Babakan Bengkel I, II dan III.

Kepala Diperpa Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, mengatakan keterbatasan debit air menjadi salah satu kendala utama yang membuat pasokan tidak merata hingga ke lahan pertanian bagian hilir. “Yang terdampak terutama lahan pertanian di bagian hilir karena debit dan distribusi air irigasi terbatas,” kata Raka Sukadana saat dikonfirmas 10/9).

Baca juga:  Sudah Babak Belur, Nasib Subak di Bali Bagai "Kerakap Hidup di Batu"

Untuk memperkuat ketersediaan air, Pemkab Badung menyiapkan rencana pembangunan sumur bor di Munduk Beng, Subak Buangga, Desa Getasan. Pemerintah juga membuka kemungkinan membangun sumur bor tambahan di lokasi lain apabila hasil identifikasi menunjukkan adanya kebutuhan dan sumber air yang memadai. “Kami juga membuka opsi pembangunan sumur bor tambahan di titik lain yang membutuhkan. Lokasinya akan ditentukan berdasarkan identifikasi teknis dan ketersediaan sumber air,” terangnya.

Baca juga:  Karena Ini Petani Cabai Merugi Belasan Juta Rupiah

Raka menjelaskan, pembangunan sumur bor tidak hanya ditujukan untuk merespons kondisi kekeringan saat ini. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi sumber air alternatif yang dapat memperkuat sistem irigasi dan membantu petani menghadapi keterbatasan pasokan air. “Sedangkan pembangunan sumur bor disiapkan sebagai solusi jangka menengah dan panjang untuk memperkuat pasokan air irigasi bagi petani di wilayah terdampak,” ucapnya.

Sambil menunggu solusi permanen tersebut, Pemkab Badung tetap menjalankan langkah penanganan darurat. Pemerintah berkoordinasi dengan Pekaseh Subak Batulantang dan Subak Bukit untuk mengatur pembagian air.

Selain itu, pemerintah mengajukan pompa air darurat beserta dukungan operasionalnya. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Badung juga menyiapkan tiga truk tangki untuk memasok air ke lahan pertanian yang mengalami kekurangan. “Selain itu, dilakukan pengajuan pompa air darurat beserta dukungan operasionalnya untuk membantu memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian,” jelasnya.

Baca juga:  Demokrat-NasDem Soroti Temuan BPK hingga SiLPA Rp712 Miliar

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Badung melalui Sekda Badung agar lahan persawahan yang mengalami dampak paling berat segera mendapatkan bantuan air. “Untuk penanganan darurat, distribusi air dilakukan menggunakan truk tangki dan pompa agar kebutuhan air tanaman tetap bisa dipenuhi,” lanjut Raka.

Dengan pola penanganan bertahap, Raka Sukadana berharapndistribusi air menggunakan truk tangki dan pompa menjadi solusi cepat untuk menjaga tanaman tetap memperoleh air. Sementara itu, pembangunan sumur bor diarahkan sebagai investasi infrastruktur untuk memperkuat ketahanan air pertanian di wilayah Petang. (Parwata/balipost)

BAGIKAN