Jaringan saluran irigasi di Subak Penaban, Karangasem, mengalami kerusakan. Atas kondisi tersebut, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Karangasem, bakal melakukan proses perbaikan terhadap saluran tersebut sebagai upaya dalam mendukung kebutuhan air untuk meningkatkan produksi untuk swasembada pangan.(BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Jaringan saluran irigasi di Subak Penaban, Karangasem, mengalami kerusakan. Atas kondisi tersebut, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Karangasem, bakal melakukan proses perbaikan terhadap saluran tersebut sebagai upaya mendukung kebutuhan air untuk meningkatkan produksi untuk swasembada pangan.

Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa meminta Dinas Pertanian beserta jajarannya lebih tanggap terhadap kebutuhan dasar petani, khususnya air, pupuk, dan traktor. “Perbaikan irigasi merupakan salah satu upaya meningkatkan produksi menuju swasembada pangan. Sebagai negara agraris, sudah sepatutnya kita peduli dan melestarikan pertanian untuk masa depan anak cucu kita,” ujarnya.

Baca juga:  Mobil Box Terguling di Jalan Tol Bali Mandara

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Karangasem, I Putu Gede Suwata Berata, mengatakan Subak Penaban menjadi salah satu jaringan irigasi yang masih membutuhkan perbaikan fisik.

“Kami akan mengusulkan bantuan perbaikan jaringan irigasi melalui program PITER (Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier) pada Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementerian Pertanian,” katanya.

Suwata Berata mengatakan, pada tahap ketiga pengusulan, terdapat 10 titik yang akan diajukan, dan Subak Penaban menjadi salah satunya. Untuk Subak Penaban, jaringan irigasi yang akan diperbaiki memiliki panjang sekitar 249 meter, dengan nilai bantuan sekitar Rp100 juta.

Baca juga:  Pansus Revisi Perda RTRWP Bali Mulai Bekerja

“Pengerjaan nantinya dilakukan secara swakelola oleh anggota subak. Bantuan tersebut diharapkan dapat segera direalisasikan, paling lambat pada awal September mendatang, sehingga perbaikan saluran dapat segera dilakukan dan kebutuhan air untuk lahan pertanian di Subak Penaban bisa lebih terjamin,” harapnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN