Putus- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sidemen mengakibatkan jembatan di ruas jalan Banyucampah-Kebung, Desa Telaga Tawang, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem putus, Selasa (21/7). (BP/Nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, mengakibatkan jembatan yang menghubungkan ruas jalan Banyucampah-Kebung, Desa Telaga Tawang, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem putus, Selasa (21/7).

Atas kondisi tersebut, jalan kini tak dapat dilalui oleh warga setempat untuk melakukan aktivitas. Perbekel Desa Telaga Tawang, I Nyoman Muja Arsana, mengungkapkan, kalau putusnya jembatan tersebut tidak hanya disebabkan akibat hujan deras, tetapi juga dipicu kondisi bendungan irigasi di bagian hilir yang telah jebol sekitar dua bulan lalu, yang sampai saat ini belum mendapatkan perbaikan. “Kerusakan bendungan itu membuat aliran sungai terus menggerus tebing dan pondasi jembatan hingga ambles,” ucapnya.

Baca juga:  Hujan Dua Hari, Denpasar Dilanda Pohon Tumbang dan Genangan

Muja Arsana mengatakan, apabila bendungan tidak segera diperbaiki, kondisi jembatan yang berada di bagian hulu akan tetap rawan mengalami kerusakan kembali. Bahkan, ancaman abrasi sungai juga berpotensi menggerus permukiman warga yang berada di sekitar lokasi.

“Kalau bendungan itu belum diperbaiki, jembatan yang ada di hulunya tidak akan aman. Ke depan rumah-rumah warga juga berpotensi tergerus. Jadi, kami harap pemerintah Pemprov Bali segera turun memperbaiki bendungan irigasi tersebut, sementara untuk Pemkab Karangasem menangani jembatannya yang putus,” katanya.

Baca juga:  Senderan Pagar Pura Longsor, Ibu dan Anak Nyaris Jadi Korban

Menurut Muja Arsana, jembatan yang putus tersebut merupakan akses satu-satunya jalur vital bagi masyarakat untuk beraktivitas. Kata dia, selain menjadi urat nadi perekonomian warga, akses tersebut juga setiap hari digunakan siswa SD maupun SMP untuk berangkat ke sekolah.

“Kami memohon pemerintah daerah segera menangani jembatan ini. Ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Kebung sekaligus satu-satunya akses anak-anak menuju sekolah. Penanganannya tidak bisa ditunda lagi,” jelas Muja Arsana sembari menyatakan, pihaknya telah mengimbau warga menggunakan jalur alternatif sambil menunggu penanganan dari instansi terkait. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  Bhikkhu Peserta Indonesia Walk for Peace 2026 Tiba di Surabaya

 

BAGIKAN