Jebol- Sejumlah senderan jebol akibat dilanda hujan deras. (BP/Nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Hujan deras disertai dengan angin kencang yang melanda Kabupaten Karangasem, pada Senin (27/7) dini hari memicu terjadinya sejumlah bencana alam di Gumi Lahar. Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil yang dialami mencapai puluhan juta rupiah.

Kalaksa BPBD Karangasem, I Made Aditya Sugiharta, mengungkapkan, kalau hujan deras yang terjadi pada Senin 26 sampai dengan 27Juli 2026 memicu terjadinya sejumlah bencana alam di sejumlah kecamatan di Kabupaten Karangasem.

Ia menjelaskan, untuk di Kecamatan Bebandem terjadinya kerusakan penyengker milik I Wayan Gede Wardana yang berlokasi di Banjar Dinas Dharma Karya, Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem.

Baca juga:  KPU Denpasar Touring ke 4 Pasar Tradisional

“Hujan deras yang melanda, mengakibatkan penyengker sepanjang 20 meter dengan tinggi 3 meter jebol. Tidak terdapat korban jiwa maupun warga terdampak. Estimasi kerugian mencapai Rp 10 juta rupiah. Kemudian penyengker lahan kosong milik I Nengah Widnyantara juga jebol yang berlokasi di Banjar Dinas Dharma Karya, Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem sepanjang sekitar 15 meter dan tinggi sekitar 5 meter. Estimasi kerugian juga mencapai Rp10 juta rupiah,” ujarnya.

Aditya Sugiharta mengatakan, untuk bencana di Kecamatan Manggis, yakni kerusakan senderan Pustu yang berlokasi di Banjar Dinas Gumung, Desa Tenganan, Kecamatan Manggis. Hasil asesmen menunjukkan senderan Pustu mengalami kerusakan dengan dimensi sekitar panjang kurang lebih 25 meter. Untuk Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 30 juta rupiah.

Baca juga:  Rumah di Banyuning Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

“Kerusakan senderan gudang parkir juga melanda Jero Mangku Geria yang beralamat di Banja Dinas Gumung, Desa Tenganan kerusakan senderan panjang tujuh meter,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk bencana tanah longsor yang menutupi jalan desa (rabat beton) juga terjadi di Jalan Taman Tembus Kayuwit–Kecag Balung, Banjar Dinas Taman, Desa Seraya Tengah, sehingga menutup badan jalan. Kata dia, untuk membersihkan material tersebut dibutuhkan alat berat. Namun, die wilayah tersebut tersedia akses jalan alternatif sehingga masyarakat tidak terisolir.

Baca juga:  Hujan Lebat, Senderan Rumah di Desa Buahan Jebol

“Tanah longsor juga melanda pondasi Tempat Panglukatan Sanga Dewata di Desa Adat Ujung Hyang, Lingkungan Ujung Desa Islam, Kelurahan Karangasem. Untuk estimasi kerugian sebesar Rp 50 juta. Akiba kejadian tersebut mengakibatkan masyarakat tidak dapat melaksanakan kegiatan panglukatan karena sumber mata air tertimbun material longsor,” jelasnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN