Suasana di Anjungan Penelokan, Kintamani, Bangli. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Alokasi anggaran untuk pemeliharaan sarana dan prasarana penunjang pariwisata di Kabupaten Bangli sangat minim. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli, I Wayan Dirga Yusa, mengakui hal itu dalam rapat kerja dengan komisi III belum lama ini.

Ia mengungkapkan, minimnya alokasi dana untuk pemeliharaan membuat sebagian besar fasilitas pariwisata termasuk pos pemungutan retribus kini dalam kondisi rusak dan tidak terawat. Dia mencontohkan seperti pos pungut retribusi yang ada di Penulisan. “Papan nama kintamani juga rusak,” ujarnya.

Baca juga:  Ekonomi dan Budaya dalam Pariwisata Bali

Kerusakan juga terjadi pada lantai anjungan Penelokan. Menurut Dirga Yusa lantai anjungan perlu segera mendapat perbaikan karena berisiko terhadap keselamatan dan kenyamanan wisatawan.

Dirga Yusa menjelaskan bahwa perbaikan sarana pendukung tersebut sebenarnya tidak membutuhkan dana besar. Pihaknya telah mengajukan usulan anggaran pemeliharaan pada Januari 2026, namun tidak terakomodasi dalam APBD. “Tiap tahun kami hanya diberikan alokasi untuk honor dan lisensi. Untuk pemeliharaan M-pos pun diberikan di anggaran pergeseran. Kesannya kami hanya dituntut memungut retribusi, tetapi anggaran pemeliharaannya tidak diperhatikan,” tegasnya.

Baca juga:  Suami Main Tebas, Jari Tangan Istri Putus

Terkait dana promosi pariwisata, dia menyebutkan hanya mendapat alokasi sebesar Rp93 juta. Ia pun menegaskan alokasi tersebut khusus untuk kegiatan wajib tingkat Provinsi Bali.

Atas kondisi tersebut, Dirga Yusa dalam rapat itu memohon bantuan fasilitasi dan rekomendasi dari Komisi III DPRD Bangli agar alokasi anggaran pemeliharaan fasilitas pariwisata dapat diprioritaskan.

Menanggapi hal itu Komisi III DPRD Bangli menyatakan siap mengawal anggaran yang diperlukan untuk pengelolaan pariwisata di Kintamani yang lebih baik. Dewan juga mendorong agar Disparbud menndambah fasilitas penunjang pariwisata seperti anjungan dan toilet di Kintamani.

Baca juga:  Alun-alun Bangli Mulai Rusak, Lantai Retak dan Copot

“Terkait anggaran kami akan kawal penuh sepanjang adanya komunikasi lebih awal. Sebelum membahas anggaran harus disampaikan mana yang jadi urgensi dan yang mana wajib kami kawal dan amankan sehingga apa yang jadi cita-cita kita semua bisa terwujud,” kata Wakil Ketua Komsii III DPRD Bangli I Nengah Darsana. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN