
AMLAPURA,BALIPOST.com – Dinas Ketenagakerjaan Karangasem saat Pameran Pembangunan Karangasem sebelumnya telah melaksanakan job fair. Dari kegiatan yang dilaksanakan, masih minim masyarakat yang melamar pekerjaan. Padahal tingkat pengangguran di Karangasem masih cukup tinggi dengan jumlah mencapai 5,9 ribu.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Karangasem, I Ketut Mertadina, mengungkapkan, dalam bursa kerja tersebut, perusahaan menyediakan sedikitnya 3.611 lowongan pekerjaan. Namun, dari ribuan kesempatan kerja yang tersedia, pencari kerja yang mengajukan lamaran hanya 222 orang. “Kondisi ini masih cukup anomali. Rendahnya minat masyarakat karena kecenderungan pencari kerja masih gengsi dan terlalu memilih pekerjaan,” Mertadina.
Mertadina mengatakan, selain faktor tersebut, terdapat sejumlah alasan lain yang membuat pencari kerja enggan mengambil lowongan yang tersedia. Yakni, lokasi pekerjaan yang dianggap terlalu jauh dari tempat tinggal, pekerjaan yang tidak sesuai dengan keterampilan, hingga besaran gaji yang dinilai belum sesuai harapan.
“Padahal lowongan kerja yang disediakan untuk penempatan di Karangasem. Namun, memang minat dari masyarakat yang masih kurang. Padahal kami telah menginformasikan ke beberapa pihak baik media sosial atau masing-masing kecamatan untuk memberikan informasi ke masyarakat,” katanya.
Dia menjelaskan, saat ini, anak-anak muda lebih memilih bekerja ke luar negeri. Entah di kapal pesiar atau di darat. Karena bekerja di luar negeri gaji yang diterima lebih besar jika dibandingkan dengan bekerja di Bali atau Karangasem khususnya. ” Ini juga menjadi faktor utama generasi muda lebih memilih untuk bekerja ke luar negeri,” imbuh Mertadina.
Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri jika dikaitkan dengan data ketenagakerjaan Karangasem. BPS mencatat pada Agustus 2025 terdapat sekitar 5,9 ribu orang yang masih menganggur, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 1,80 persen. (Eka Parananda/balipost).










