Petani di Sanur, Denpasar mulai mengembangkan melon apel. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Melon apel mulai dikembangkan di Denpasar khususnya di wilayah Sanur. Pengembangan jenis melon premium dan berukuran kecil ini cukup menjanjikan, baik dari segi harga hingga serapan pasar.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar A.A. Gde Bayu Brahmasta saat dikonfirmasi, Sabtu (18/7) mengatakan, melon dengan ukuran kecil ini cukup digemari masyarakat. Terlebih di Bali ukurannya pas untuk digunakan sebagai sarana upakara. Rasanya yang manis pun menjadi idola masyarakat, sehingga serapan pasar dari melon apel ini cukup bagus meski di tingkat lokal.

Baca juga:  Operasi Prokes Terus Dilakukan, Ini Hasilnya

Kemudian dari sisi harga, pengembangan melon apel ini bisa menghasilkan Rp2,4 juta per are lahan yang ditanam. Agung Bayu mengatakan, harga jual di tingkat petani untuk melon apel ini sekitar Rp15.000 per kilogram. “Kalau di tingkat konsumen bisa mencapai Rp25.000 per kilogram,” ungkapnya.

Dalam satu lubang tanam, lanjut Agung Bayu, bisa menghasilkan buah hingga 4 kilogram. Sehingga untuk satu lubang tanam, petani bisa memperoleh pendapatan kotor Rp60.000. “Dengan estimasi per are terdapat 40 lubang tanam, maka petani sudah mengantongi pendapatan Rp2,4 juta per are,” katanya.

Baca juga:  Pedagang Pasar Baturiti di Rapid Tes Antigen

Saat ini di Denpasar hanya ada dua subak yang sudah mengembangkan melon ini. Keduanya yakni Subak Intaran Barat dan Sidakarya.

Melon apel yang ditanam oleh petani di Denpasar saat ini yakni varietas silver light yang kulit buahnya berwarna silver, dan hikapel yang kulitnya berwarna kuning. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN