Polda Bali menggelar Apel Bersama Pecalang di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur. (BP/ken)

DENPASAR, BALIPOST.com – Mewujudkan Bali yang aman, damai dan sejahtera serta mencegah konflik, Polda Bali menggelar Apel Bersama Pecalang di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur, Selasa (23/6). Langkah strategis ini diambil guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Pulau Dewata tetap kondusif di tengah dinamika global saat ini.

Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., MSi., menyampaikan apel tersebut tidak hanya melibatkan unsur kepolisian dan pecalang, juga bersinergi  dengan  Kodam IX/Udayana, Pemerintah Provinsi Bali, hingga komunitas ojek online (ojol). “Apel ini bertujuan untuk memperkuat komitmen kolektif kita semua dalam menjaga situasi Kamtibmas Bali agar tetap kondusif. Di tengah situasi yang sangat dinamis dan pengaruh situasi global saat ini, Bali harus tetap dipastikan aman dan damai,” tegasnya.

Lebih lanjut, Irjen Daniel menekankan pentingnya melakukan deteksi dini terhadap segala bentuk potensi gangguan keamanan. Polda Bali berkomitmen untuk meminimalisasi, bahkan menghilangkan setiap potensi gangguan tersebut secara tegas dan humanis. Terlebih, saat ini Bali telah diperkuat oleh sistem pengamanan terpadu Sipandu Beradat (Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat).

Sistem ini mengintegrasikan berbagai elemen keamanan masyarakat secara modern dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan dan budaya lokal. Untuk itu, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu-membahu dalam menjaga marwah Pulau Dewata.
“Melalui momentum apel Pecalang ini, kami mengimbau dan mengajak seluruh lapisan masyarakat Bali, mari kita bersama-sama menjaga Bali yang kita cintai ini agar tetap ajeg, aman, dan damai,” ujar Irjen Daniel.

Apel bersama ini merupakan momentum strategis untuk sarana konsolidasi menyamakan persepsi dan menemukan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Bali. Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan lagi semata-mata menjadi tanggung jawab institusi Polri, tetapi  seluruh komponen bangsa.  Saat ini masyarakat sebagai subjek sekaligus mitra utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib dan kondusif.

Baca juga:  Pohon Tumbang, Timpa Mobil Parkir di Goa Gajah

Apalagi semangat community policing ini telah tumbuh dan hidup melalui sistem sosial budaya yang kuat, salah satunya melalui keberadaan pecalang sebagai garda pengamanan berbasis adat yang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ketertiban dan keharmonisan di tengah-tengah masyarakat.

“Apapun terkait gangguan kamtibmas kita akan kelola dengan baik sehingga masyarakat tidak terpecah dan terjaganya kedamaian di Bali. Tiap potensi kita eliminir atau perkecil sehingga tidak jadi konflik besar. Saya percaya di Bali hal tersebut bisa dicegah bersama pecalang, Pemerintah Daerah Bali, TNI dan masyarakat,” tegasnya.

Terkait salah satu warisan dari budaya Bali yang memiliki karakteristik dan legitimasi adat yang sangat kuat karena lahir, tumbuh dan mengakar langsung di tengah masyarakat adat di Bali,  hal ini menjadikan pecalang sebagai bagian penting  yang memiliki kemampuan deteksi dini, pendekatan persuasif serta mampu menjelaskan masalah kultural yang sangat efektif.

“Kita patut bersyukur karena jumlah pecalang di Bali saat ini mencapai kurang lebih sekitar 25.000 orang lebih. Termasuk pecalang perempuan. Ini  kekuatan khusus yang harus kita terawat dan terus  tingkatkan kualitasnya ke depan,” ucapnya.

Ketika Polri, TNI pecalang serta seluruh elemen masyarakat bersatu dalam satu komitmen maka stabilitas keamanan akan tetap terjaga, Daniel menegaskan potensi konflik dapat dicegah. Dengan demikian Bali akan tetap berdiri kokoh sebagai daerah yang aman dan damai. Apalagi saat ini masih dipenuhi ketidakpastian berbagai isu global hingga nasional. Mulai dari fluktuasi harga BBM hingga pro dan kontra terhadap berbagai program-program pemerintah serta isu premanisme yang telah memunculkan ruang-ruang polarisasi dan potensi unjuk rasa di berbagai wilayah Indonesia.

Baca juga:  Fasum Ditutup Lagi, Retribusi Parkir di Denpasar Terdampak

Situasi ini harus disikapi dengan bijak, cermat dan penuh kewaspadaan.  Berbagai peristiwa unjuk rasa anarkis yang pernah terjadi, termasuk yang terjadi pada  Agustus 2025 di Bali.  Peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bahwa stabilitas keamanan harus dijaga secara kolektif melalui komunikasi yang baik, deteksi diri serta langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Aksi penyampaian pendapat merupakan salah satu hak masyarakat yang dijamin oleh konstitusi, namun demikian dalam pelaksanaannya kegiatan tersebut tetap mengacu pada koridor hukum yang telah ditentukan. “Saya meyakini warga Bali adalah masyarakat yang cerdas, matang secara sosial serta sangat bijaksana dalam menyikapi derasnya informasi, berbagai potensi yang dapat memecah persatuan,” ungkapnya.

Selain itu, setiap informasi di media sosial dikelola dengan baik, tanpa menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Apel ini  juga merupakan implementasi nyata dari tema Hari Bhayangkara ke-80 yaitu Polri untuk masyarakat. Di mana Polri hadir dan bekerja sama bersama masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Pulau Dewata ini bukan hanya rumah bagi masyarakat Bali,  tetapi juga destinasi pariwisata dunia sekaligus etalase Indonesia di mata internasional. Oleh karena itu menjaga Bali tetap aman, damai dan kondusif, bukan hanya tugas Polri semata, tetapi juga merupakan tanggung jawab kita bersama. Sebagai penyumbang devisa pariwisata dan investasi terbesar nasional, Bali harus tetap aman serta kondusif.

Baca juga:  Tidak Baik untuk Membangun Rumah, Berikut Ala Ayuning Dewasa 24 Januari 2026

“Ada beberapa pesan yang ingin saya sampaikan, yaitu jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, selalu cek kebenaran informasi dan utamakan dialog maupun musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan. Perkuat  sinergitas antara TNI, Polri, pecalang serta seluruh komponen masyarakat lain dalam menjaga stabilitas di wilayah Bali. Kedepankan langkah preventif, deteksi dini dan penyelesaian masalah secara humanis, persuasif dan bermartabat,” kata jenderal bintang dua di pundak ini.

Apabila terjadi gangguan keamanan segera hubungi di kantor polisi setempat atau  hubungi call center 110 dan bebas pulsa. Polda Bali dan jajarannya berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan sinergi maupun pembinaan seluruh mitra. Mari bersama menjaga citra Bali sebagai pulau dewata yang aman, damai dan berbudaya. Hal ini penting demi mendukung pariwisata serta pertumbuhan ekonomi serta adat di Bali.

Sementara Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta menyampaikan pada 2016 saat Mendagri Tito Karnavian menjabat Kapolri melaksanakan konferensi Interpol di Bali. Artinya untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Bali aman dan nyaman. Setelah itu peningkatan pariwisata bagus sekali.

“Hari ini Polri dan TNI melakukan kegiatan berkaitan keamanan dan kenyamanan bersama pecalang, tentukannya masyarakat, sehingga semua bisa diantisipasi terutama persoalan yang akan terjadi. Kami atas pemerintah daerah dan masyarakat menyampaikan terima kasih kepada kapolda Bali,” ujarnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN