Seorang petani sedang melakukan perawatan tanaman padi di Subak Sembung, Denpasar. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Koran Bali Post pada hari ini, Sabtu (8/8) menerbitkan beragam berita yang terjadi di seputar Bali dan Indonesia.

Dari kemacetan Bali dibahas serius, Pemprov kaji ART hingga Water Taxi hingga gagal MRT, terbitlah ART.

Berikut 5 berita yang disajikan Koran Bali Post pada hari ini:

1. Kemacetan Bali Dibahas Serius, Pemprov Kaji ART hingga Water Taxi

Denpasar (Bali Post) –

Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung semakin mematangkan langkah penanganan kemacetan melalui pengembangan sistem transportasi massal.

Salah satu opsi yang kini menjadi prioritas adalah Autonomous Rail Transit (ART) yang dinilai lebih efisien dibandingkan Mass Rapid Transit (MRT), baik dari sisi biaya investasi maupun teknologi.

Baca juga:  Tiga Pejabat di Tabanan Bersaksi Kasus Wiratmaja, KPK Bongkar Percakapan di 2017

2. Bali Perkuat Mitigasi Hadapi Ancaman Krisis Pangan

Denpasar (Bali Post) –

Ancaman perubahan iklim yang semakin nyata menjadi tantangan serius bagi ketahanan pangan, baik di tingkat nasional maupun global.

Perubahan pola musim, cuaca ekstrem, kekeringan, hingga meningkatnya serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian dan stabilitas pasokan pangan.

Kondisi tersebut mendorong perlunya kolaborasi lintas negara untuk merumuskan strategi adaptasi dan mitigasi yang berkelanjutan.

3. Kenakan Rompi Tahanan, Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Diperiksa sebagai Tersangka

Jakarta (Bali Post) –

Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie
Adriansyah tiba di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencuian uang (TPPU).

Baca juga:  MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres Menjadi 21 dan 25 Tahun

Berdasarkan berita ANTARA pada Jumat (7/8), Febrie tiba pada pukul 13.37 WIB dengan didampingi petugas Kejaksaan.

Febrie tampak mengenakan pakaian kemeja batik dan rompi tahanan tindak pidana khusus Kejaksaan yang berwarna merah muda.

4. Soal Wacana dari MRT ke ART, Perlu Kajian dan Dahulukan Perkuat Layanan Bus

Denpasar (Bali Post) –

Rencana Pemerintah Provinsi Bali mengembangkan Autonomous Rail Transit (ART) sebagai pengganti wacana pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) mendapat perhatian dari kalangan akademisi dan pemerhati transportasi.

Kajian mendalam perlu dilakukan agar tidak seperti gagalnya MRT.

Baca juga:  Ini, Respons Masyarakat Soal Sosialisasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Selain itu, dahulukan perkuatan layanan bus angkutan umum sebelum dibangun ART.

Pengamat tata ruang kota dari Universitas Warmadewa (Unwar), Prof. Dr. I Putu Rumawan Salain, mengingatkan agar proyek transportasi massal tersebut tidak tergesa-gesa direalisasikan tanpa kajian yang komprehensif.

5. Gagal MRT, Terbitlah ART

Denpasar (Bali Post) –

Banyak upaya yang dilakukan mengatasi kemacetan di Bali Selatan. Yang paling ambisius adalah proyek Bali Urban Subway, yakni mode transportasi Mass Rapid Transit (MRT) bawah tanah.

Sempat dilakukan upacara ngeruwak (groundbreaking) pada 4 September 2024,
akhirnya proyek MRT mangkrak alias gagal.

Kini muncul wacana baru, membangun Autonomous Rail Transit (ART). (*)

BAGIKAN