
MANGUPURA, BALIPOST.com – Distribusi air bersih ke Badung Selatan bakal terganggu selama tiga hari ke depan. Hal ini dipicu adanya pekerjaan interkoneksi pipa bawah laut berdiameter 800 milimeter dengan jaringan pipa distribusi utama di kawasan Jalan Bypass Ngurah Rai, tepatnya di sekitar Exit Tol Nusa Dua.
Proyek Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung atau PDAM Badung ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu (5/8) hingga Jumat (7/8), dan berpotensi menyebabkan gangguan distribusi air bersih di sejumlah wilayah pelanggan.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, I Wayan Suyasa, menegaskan bahwa pekerjaan ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan keandalan sistem distribusi air bersih di kawasan Badung Selatan. Interkoneksi dilakukan dengan menghubungkan pipa bawah laut berdiameter 800 milimeter dengan jaringan distribusi utama berupa pipa baja berdiameter 450 milimeter serta pipa PVC berdiameter 250 milimeter.
“Proyek ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem distribusi air minum agar pelayanan kepada masyarakat ke depan semakin optimal. Selama proses pengerjaan tentu akan ada gangguan distribusi, namun kami berupaya agar pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal,” ujar Suyasa.
Selama proses pengerjaan berlangsung, pelanggan di sejumlah kawasan diperkirakan mengalami penurunan tekanan hingga penghentian sementara aliran air. Wilayah yang terdampak meliputi Perum Puri Nusa Dua, Banjar Sawangan, kawasan Hotel Hilton dan Renaissance, Jalan Dharmawangsa, Jalan Kampial, Beranda Bukit, Melangkaja, Gunung Payung, serta wilayah sekitarnya.
Perumda mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi dengan menampung air secukupnya sebelum pekerjaan dimulai. Upaya ini dinilai penting guna memastikan kebutuhan air tetap terpenuhi selama masa gangguan berlangsung. ‘Petugas kami juga akan terus melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan proses interkoneksi berjalan lancar dan distribusi air dapat segera dinormalkan setelah pekerjaan rampung,” terangnya.
Suyasa juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Ia menekankan bahwa proyek ini merupakan investasi jangka panjang untuk menjamin pasokan air bersih yang lebih stabil dan andal, khususnya di kawasan pariwisata yang terus berkembang di Badung Selatan.
“Kami mohon pengertian seluruh pelanggan. Setelah pekerjaan selesai, kami akan melakukan normalisasi distribusi secara bertahap hingga tekanan air kembali stabil,” pungkasnya. (Parwata/balipost)










