Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (13/7/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (18/9) bergerak melemah 5 poin atau 0,03 persen. Dari Rp17.758 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.753 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menilai pelemahan tipis rupiah dipengaruhi risiko harga minyak yang masih di level tinggi.

“Penguatan obligasi pemerintah masih dibayangi risiko harga minyak yang masih di level tinggi di atas asumsi APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara),” ucapnya dikutip dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Dosa! Terlalu Lama Pariwisata Eksploitasi dan Lupakan Budaya

Mengutip Anadolu, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman November turun 1,3 persen menjadi 103,40 dolar AS per barel.

Harapan ditemukannya jalur alternatif untuk pengiriman minyak dari Asia Barat ke pasar global turut berkontribusi pada penurunan harga minyak, meskipun masih ada kekhawatiran mengenai konflik antara Arab Saudi dan Ansarullah Yaman.

Selain itu, meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz berkontribusi pada kembalinya harga minyak ke level tiga digit. Menurut sumber pasar, beberapa pengiriman minyak yang dijadwalkan untuk dikirim ke Eropa pada bulan September dibatalkan pada tanggal 15 September.

Baca juga:  Cara Tradisional, Evakuasi Korban dan Mobil Terperosok di Danau Batur Berhasil Dilakukan

Sentimen lain berasal dari sikap hawkish Federal Reserve yang mendorong indeks dolar AS tembus 100 kendati harga minyak mengalami tren penurunan.

“Stance kebijakan pengetatan The Fed dengan akselerasi yang tinggi sampai dengan akhir tahun ini. Saat ini, proyeksi kenaikan suku bunga The Fed untuk Oktober oleh pelaku pasar sudah di atas 50 persen,” ungkap Rully.

Investor juga tengah mengantisipasi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada pekan depan. BI dijadwalkan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan pada 22-23 September 2026 pekan depan.

Baca juga:  Harga Tiket Borobudur Tak Jadi Naik

Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini bergerak menguat ke level Rp17.745 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.753 per dolar AS. (kmb/balipost)

BAGIKAN