Bupati Badung Adi Arnawa memberikan keterangan usai rapat tertutup dengan Gubernur Bali, Wayan Koster, terkait penanganan kemacetan di Badung dengan proyek ART hingga water taxi, Jumat (7/8). (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kemacetan lalu lintas menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan pariwisata Bali, khususnya di Kabupaten Badung. Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten Badung kini mempercepat pembangunan sejumlah infrastruktur jalan untuk memperlancar konektivitas sekaligus menjaga kepercayaan wisatawan dan investor.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menegaskan, persoalan kemacetan tidak bisa lagi dibiarkan karena berpotensi memengaruhi daya saing pariwisata. Pemerintah daerah pun menyiapkan sejumlah ruas jalan strategis sebagai solusi jangka panjang. “Jika persoalan kemacetan tidak disentuh, kita akan ditinggal wisatawan,” kata Bupati Adi Arnawa pada Kamis (3/8), di Badung.

Salah satu proyek yang disiapkan yakni pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) dari Ayana menuju Uluwatu dengan panjang lebih dari 10 kilometer. Proyek tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp2,9 triliun.

Baca juga:  Target PAD Bali akan Kembali Disesuaikan

Pemkab Badung juga menyiapkan jalan penghubung dari kawasan Uluwatu menuju Melasti hingga tersambung dengan JLS. Pembangunan konektivitas ini tidak hanya ditujukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas, tetapi juga membuka akses baru bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Badung Selatan.

Menurut Adi Arnawa, kemacetan di jalur Politeknik Negeri Bali/GWK menuju Uluwatu saat ini sudah sangat parah, terutama ketika berlangsung kegiatan berskala besar. Kondisi tersebut bahkan membuat waktu tempuh kendaraan mencapai dua hingga tiga jam.

Selain Badung Selatan, pemerintah juga menggarap konektivitas di kawasan utara. Jalan Canggu menuju Tibubeneng sepanjang 4,7 kilometer disiapkan dengan anggaran Rp516 miliar.

Pembangunan infrastruktur tersebut mulai memberikan dampak terhadap kepercayaan investor. Pada 2028, sebanyak empat hotel baru ditargetkan berdiri di kawasan ITDC dan diproyeksikan membuka 2.308 lapangan pekerjaan.

Baca juga:  Puluhan Personel Koopsud II Ikuti Pelatihan "Emergency Eject"

Pemkab Badung juga merancang akses jalan dari Kampus Universitas Udayana menuju Jalan Dharmawangsa. Rencana tersebut dilanjutkan dengan penataan dan pelebaran Jalan Dharmawangsa-Siligita serta pengembangan konektivitas melalui kelanjutan Tol Bali Mandara menuju Sawangan.

Keseriusan pemerintah membangun infrastruktur turut mendorong optimisme pelaku usaha pariwisata. Pemilik Kempinski berencana menambah 200 kamar sekaligus membangun hotel baru. Sementara itu, Ayana juga berencana menambah 350 kamar.

Dari sisi fiskal, peningkatan aktivitas ekonomi dan pariwisata ikut tercermin dalam realisasi pajak daerah. Pada semester kedua 2026, penerimaan pajak daerah Badung disebut melonjak hingga Rp730 miliar per bulan. Angka tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp350 miliar hingga Rp500 miliar per bulan.

Baca juga:  ForBALI Buka Posko Pengaduan Pengekangan Aktivitas BTR

Adi Arnawa mengatakan, pembangunan infrastruktur menjadi bagian dari komitmen Pemkab Badung menjaga keberlanjutan sektor pariwisata. Upaya tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). “Masyarakat dan pemerintah Badung sangat bergantung pada pariwisata. Sekitar 85 persen PAD ditunjang sektor ini,” ujarnya.

Dengan ketergantungan yang tinggi terhadap pariwisata, Pemkab Badung menargetkan PAD pada 2026 mencapai Rp9,8 triliun. Pemerintah berharap pembangunan konektivitas baru mampu mengurangi kemacetan, memperluas pusat pertumbuhan ekonomi, serta memastikan Badung tetap menjadi salah satu motor utama pariwisata Bali. (Parwata/balipost)

BAGIKAN