
DENPASAR, BALIPOST.com – Bencana kebakaran terus terjadi di Bali. Bahkan, kejadian tersebut mengakibatkan korban jiwa. Menyikapi kondisi ini, Polda Bali mengerahkan Bhabinkamtibmas untuk mengedukasi warga binaannya supaya turut mencegah terjadinya kebakaran, terutama tidak membakar sampah sembarangan.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Bali AKBP Rina Isriana Dewi, Sabtu (5/9) menyampaikan pihaknya memberikan perhatian serius terhadap meningkatnya kejadian kebakaran di sejumlah wilayah Bali. Meningkatkan langkah preemtif dan preventif, khususnya melalui patroli, sambang Bhabinkamtibmas, pemetaan wilayah yang memiliki potensi kerawanan kebakaran, serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai sumber yang dapat memicu kebakaran.
“Kami juga meningkatkan sinergitas dengan pemerintah daerah, BPBD, pemadam kebakaran, TNI, perangkat desa, serta seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
AKBP Rina mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, memastikan peralatan listrik dan kompor dalam kondisi aman, serta memastikan dupa atau sumber api lainnya benar-benar telah padam setelah digunakan.
Menurutnya pencegahan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama, sehingga kewaspadaan dan kepedulian masyarakat sangat penting untuk mencegah kejadian yang lebih besar.
Perlu diketahui peristiwa kebakaran hampir terjadi di seluruh Bali. Api melalap tempat tinggal dan usaha. Paling parah terjadi di gudang rongsokan serta kos-kosan semipermanen di Jalan Nakula Gang Jatayu, Denpasar Barat (Denbar).
Sedangkan korban kebakaran diperkirakan 300 kepala keluarga (KK). Proses pendinginan masih berlangsung, termasuk penyelidikan penyebab kebakaran tersebut.Sedangkan yang teranyar kebakaran di gudang distributor cat dan tiner PT Warnatama Cemerlang di Desa Sedang, Abiansemal, Jumat (4/9).
Sebelum terjadinya kebakaran terdengar letupan keras dari arah belakang gudang cat dan tiner. Api juga merembet ke dua pelinggih merajan milik warga dekat TKP. Kerugiannya Rp2 miliar.
Jumlah cat dan tiner yang tersimpan di gudang masing-masing sekitar 500 buah. tJumlah karyawan PT Warnatama Cemerlang 14 orang, terdiri dari laki-laki: 10 orang dan perempuan empat orang. Sedangkan saat kejadian ada sembilan karyawan di TKP. (Kerta Negara/balipost)










