
DENPASAR, BALIPOST.com – Terjadinya cuaca ekstrem belakangan ini membuat aktivitas nelayan untuk melaut terhenti. Kini banyak kapal ikan bersandar di Pelabuhan Benoa. Sehubungan dengan kondisi tersebut, Ditpolairud Polda Bali meningkatkan pengawasan untuk menjaga kondusivitas kamtibmas di wilayah perairan dan pelabuhan. Selain itu, para ABK diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas beresiko saat kapal sandar.
Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Bali, AKBP Nanang Prihasmoko, Kamis (3/9), menjelaskan, upaya pengawasan dan antisipasi gangguan kamtibmas, termasuk pencegahan kebakaran kapal saat musim kemarau, patroli perairan dan darat secara intensif dilakukan. Ditpolairud dan Satpolairud Polresta Denpasar rutin melaksanakan patroli menggunakan Kapal Patroli Lumba-Lumba XI-1012 di jalur Pelabuhan Benoa, Tanjung Benoa, Nusa Dua dan Serangan.
“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk memastikan situasi aman dan mencegah potensi gangguan kamtibmas maupun tindak pidana di laut,” ujarnya.
Disamping itu, menurut mantan Kapolsek Denpasar Selatan ini, patroli juga melibatkan TNI AL, KSOP, dan Pelindo. Patroli gabungan tersebut menyasar titik-titik rawan, seperti Jalan Ikan Tuna, Dermaga Barat, dan Dermaga Barat Selatan. Sasaran meliputi ABK, pedagang, pemancing, dan pengunjung untuk memberikan imbauan kamtibmas dan mengantisipasi kriminalitas serta peredaran miras.
Dalam kegiatan itu, petugas mengimbau para nelayan dan pemancing selalu memantau prakiraan cuaca BMKG sebelum melaut. Selain itu, membawa perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung dan menunda keberangkatan jika kondisi membahayakan.
Sedangkan untuk mengantisipasi kebakaran, AKBP Nanang menegaskan bercermin dari pengalaman terbakarnya sekitar 40 kapal ikan di Dermaga Barat diduga dipicu korsleting dan penumpukan kapal, pengawasan difokuskan pada kapal-kapal pasif yang sandar lama menunggu izin berlayar.
Personel melakukan pemantauan mesin atau kelistrikannya kapal yang tetap menyala saat sandar karena berpotensi menimbulkan arus pendek. Pelindo Benoa juga mengingatkan agar pemilik kapal menyediakan apar, memastikan awak siaga, dan menghindari aktivitas berisiko saat sandar.
“Terkait pengecekan teknis instalasi kelistrikan kapal menjadi kewenangan pemilik atau ABK dan instansi terkait seperti KSOP Khususnya Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), khususnya untuk kapal yang akan berlayar. Namun dari sisi pengamanan, Ditpolairud dalam patroli melakukan pemantauan dan memonitor terhadap kapal yang melintas dan sandar,” ucapnya.
Pemeriksaan dari KPLP meliputi kelengkapan dokumen dan administrasi kapal, serta memberikan imbauan agar tidak menyalakan mesin/freezer secara terus-menerus saat sandar lama karena rawan korsleting.
Menurutnya dalam penanganan kebakaran sebelumnya, salah satu kendala yang diungkap BPBD adalah minimnya hydrant di dermaga yang siap pakai. KSOP Benoa saat ini terus berkoordinasi dengan PT Pelindo III untuk penambahan sarana hydrant pemadam kebakaran sebagai antisipasi kejadian serupa.
Ditpolairud Polda Bali mengajak seluruh pemilik kapal, ABK, dan masyarakat pelabuhan untuk bersinergi menjaga keamanan. Jika menemukan hal mencurigakan atau potensi gangguan, segera laporkan kepada petugas di lapangan. Keselamatan pelayaran dan pencegahan kebakaran menjadi prioritas, terutama di tengah banyaknya kapal yang menunda melaut akibat cuaca ekstrem. (Kerta Negara/balipost)










