Dinas Damkar Denpasar masih melakukan pendinginan pasca kebakaran yang terjadi di Jalan Nakula, Denpasar. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Proses pendinginan masih berlangsung di tempat terjadinya kebakaran di Jalan Nakula, Desa Pemecutan Klod, Jumat (4/9). Setelah hari ke-4, kemunculan asap masih terjadi di beberapa titik. Pendinginan akan terus berlanjut hingga asap sudah benar-benar tidak muncul kembali.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Triana. Dikatakan keberadaan asap masih nampak sehingga proses pendinginan masih terus berlangsung. “Kami terus lakukan pendinginan sampe kondisi benar-benar aman,” katanya.

Baca juga:  Jembatan Luwus–Petang Putus, Pemkab Tabanan Siapkan Anggaran Rp200 Juta

Triana mengatakan, sulitnya api dipadamkan karena bara telah merambat ke bagian bawah tumpukan sampah dan rongsokan setinggi sekitar tiga meter. Hal tersebut menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman.

Di lokasi tersebut sebelumnya terdapat kelompok swakelola yang melakukan aktivitas pemilahan barang rongsokan. Material yang tidak terpakai kemudian menumpuk dalam jumlah besar dan menjadi bahan yang mudah terbakar. Hal ini yang memicu api cepat merembet.

Baca juga:  Satu Hektare Hutan Tejakula Terbakar

Selain itu, kondisi angin yang cukup kencang juga menjadi kendala uang membuat bara di dalam tumpukan material beberapa kali kembali menyala saat pemadaman berlangsung.

Sebelumnya Dinas Damkar Denpasar pun mendatangkan excavator untuk menggaruk tumpukan sampah agar bisa melakukan penyemprotan hingga ke bagian bawah. “Bara telah masuk jauh ke bagian bawah tumpukan material sehingga harus dibongkar terlebih dahulu menggunakan alat berat. Kalau tidak begitu sulit mematikan api karena api sudah di bawah sampah,” jelasnya.

Baca juga:  Angin Kencang Porak-porandakan 6 Warung di Baktiseraga

Besarnya volume material yang terbakar juga membuat kebutuhan air untuk pemadaman sangat tinggi. Hingga saat ini personil damkar masih berjibaku di lokasi kebakaran untuk memastikan titik-titik api benar-benar sudah padam. (Widiastuti/balipost)

 

BAGIKAN